Bandar Lampung – Moot Court Community (MCC) atau Komunitas Peradilan Semu, Fakultas Hukum (FH) Universitas Bandar Lampung (UBL) kembali berjaya di ajang nasional, setelah sebelumnya juga menjadi juara III Lomba Peradilan Semu se – Sumatera di Palembang beberapa waktu lalu.

MCC FH UBL berhasil membawa pulang piala juara II Lomba Nasional Peradilan Semu Piala Menteri Hukum dan HAM Republik Indonesia yang diselenggakan oleh Universitas Kristen Indonesia bertempat di Pengadilan Jakarta Pusat pada 22-26 Februari 2019.

Suta Ramadan S.H., M.H selaku Pembina MCC FH UBL yang ikut serta sebagai pendamping mengatakan ini merupakan kali timnya mengikuti lomba peradilan semu berskala nasional. “Ini pertama kalinya kita ikut perlombaan nasional, berkompetisi dengan kampus kampus di Jawa seperti Universitas Krisnadwipayana Jakarta, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur dan lain lain. Alhamdulillah kami berhasil menjadi membawa pulang juara II. Selain itu juga, Rio Sevtiawan, salah satu anggota tim MCC FH UBL berhasil menyabet Peran Terdakwa Terbaik,” ungkap Suta.

Rio Sevtiawan, anggota Tim MCC FH UBL (nomor 2 dari kiri) mendapatkan penghargaan Peran Terdakwa Terbaik saat menerima penghargaan bersama tim pendamping, Angga Alfian (paling kiri) dan Suta Ramadhan (paling kanan) yang menerima penghargaan Juara Nasional II Lomba Peradilan Semu di Jakarta (26/2/2019)

Ketua delegasi tim MCC FH UBL Intuisi Oktaviani Sarumaha mengungkapkan kebanggaanya atas raihan timnya ini. “Bangga sekali rasanya bisa membawa tim MCC FH UBL meraih juara di kegiatan nasional ini. Kami mengikusertakan 18 anggota tim dengan perannya masing masing dan berhasil melewati babak penyisihan dengan berkas perkara terorisme dan maju ke babak final dengan berkas perkara perdagangan manusia. Semoga ini menjadi cambuk penyemangat tim kami untuk berprestasi lebih baik lagi membawa nama kampus dan Lampung di tingkat nasional,” ujar Intuisi.

Sementara itu Angga Alfian S.H., M.H anggota tim pendamping lainnya, mengungkapkan keberhasilan timnya ini tidak lepas dari dukungan kampus. “Kami berterima kasih kepada pihak kampus UBL yang senantiasa memberikan dukungan terhadap kegiatan mahasiswa dengan menyediakan fasilitas ruang pengadilan semu yang sangat representatif di fakultas hukum sebagai tempat kami berlatih dan juga memberikan dukungan kepada tim kami selama ini, mulai dari persiapan sampai meraih juara nasional,” pungkas Angga.

Share this: