fbpx

Knowledge Exchange akademisi UBL bersama PPI Kitakyushu Jepang

Senin (16/2) sekitar pukul 19:00 JST (Waktu Jepang), akademisi Universitas Bandar Lampung (UBL) bersama Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Kitakyushu mengadakan kegiatan sharing guna menjalin silaturahmi dan saling bertukar pengalaman dan pengetahuan tentang studi di Indonesia dan Jepang.

Secara khusus, Dr.Eng. Fritz Akhmad Nuzir dan Dr.Eng. Dadang Hartabela yang merupakan alumni dari The University of Kitakyushu sekaligus mantan pengurus PPI Kitakyushu memperkenalkan UBL sebagai salah satu universitas terbaik di Sumatera bagian selatan yang fokus terhadap peningkatan inovasi dan kewirausahaan kepada para peserta yang hadir.

Sebagai pembicara, UBL juga diwakili oleh Riza Muhida, Ph.D dan Ronny Hasudungan Purba, Ph.D yang menjelaskan tentang perkembangan riset dan kemungkinan-kemungkinan kerjasama internasional antara kampus Indonesia dan Jepang. Sehingga peluang kolaborasi riset dapat lebih mudah dilaksanakan dengan adanya kegiatan sharing ini. Sedangkan dari pihak PPI Kitakyushu menghadirkan 2 pembicara yang memperkenalkan kampus dan kegiatan di laboratoriumnya masing-masing, yaitu Nita Citra Sari dari The University of Kitakyushu dan Indra Ferdiansyah dari Kyushu Institute of Technology.

Selain itu kegiatan ini juga menjadi sarana bertukar pengalaman antara pengurus yang saat ini menjabat dengan mantan pengurus PPI Kitakyushu. Diskusi tersebut dimulai dari bagaimana awal mulanya sehingga terbentuk hingga naik turunnya grafik kemajuan organisasi pada saat ini. Pada intinya, kegiatan sharing ini dinilai sangat bermanfaat bagi kedua belah pihak, sebagaimana yang disampaikan oleh ketua PPI Kitakyushu periode 2023-2024, Fitra Miftahadi.

“Saya ingin menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas kunjungan Universitas Bandar Lampung”. “Pertemuan ini tidak hanya sebagai ajang reuni para alumni dengan para pelajar, tapi juga sebagai jembatan pengetahuan yang berharga. Kami, sebagai mahasiswa, merasa horizon pemahaman kami tentang dunia, terutama melalui sesi sharing knowledge yang disampaikan, menjadi jauh lebih luas.

Tags:

Related posts: