fbpx

UBL Sambut Idul Adha Bersama

images/stories/dr. andala rama putra barusman se. ma.ec. menyampaikan khutbahnya dalam perayaan hari raya idul adha yang di helat keluarga besar ubl.png

Universitas Bandar Lampung (UBL) kembali menyambut Hari Raya Idul Adha ini bersama seluruh keluarga besar dengan menyelenggarakan Shalat Ied bersama dan berqurban bersama pada Minggu (5=10), kemarin di Kampus Drs. H. RM Barusman UBL.

Kebersamaan dalam merayakan hari besar ini, selain sebagai upaya mempererat tali silaturahmi antarseluruh keuarga besar UBL khususnya Sivitas Akademika UBL juga sekaligus sebagai momen yang tepat untuk berbagi kepada sesama. Demikian ungkap Rektor UBL, Dr. Ir. M. Yusuf Sulfarano Barusman, M.B.A.

“Kebersamaan ini merupakan agenda rutin yang diselenggarakan keluarga besar UBL setiap Hari Raya Idul Fitri maupun Hari Raya Qurban ini,” terang Rektor UBL.

Sementara itu, Kepala Biro Pembinaan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (PP-SDM) UBL, Drs. Nur Wiyoto, M.Si., menyatakan bahwa pada Hari Raya Qurban tahun ini, selain shalat Ied bersama, keluarga besar UBL juga mengurbankan sebanyak 3 (tiga) ekor sapi. Hewan qurban ini dibagikan kepada seluruh Dosen dan Karyawan UBL serta masyarakat di sekitar lingkungan Kampus Drs. H. RM Barusman UBL.

“Dalam perayaan shalat Idul Adha kali ini diimami oleh Dosen UBL, Drs. Baharuddin, M.H., dan khotib Direktur Eksekutif Yayasan Administrasi Lampung (YAL), Dr. H. Andala Rama Putra Barusman, S.E., M.A.Ec., yang menyampaikan khutbah dengan tema Keteladanan Nabi Ibrahim AS dalam membentuk Anak yang shaleh sebagai jalan Orangtua ke Surga,” terang Nur.

Dalam perayaan Hari Raya Idul Adha ini, Khotib menyampaikan dalam khutbahnya bahwa Idul Adha akan selalu mengingatkan pada sosok Ibrahim AS dan keluarganya. Pelajaran pertama dari kisah Ibrahim AS yakni untuk mendapatkan anak yang shaleh, maka orangtua terlebih dahulu berusaha menjadi orang yang shaleh. Karena siap menjadi orangtua artinya siap menjadi teladan untuk keluarga, bukan sekedar memberi makan dan mencukupi kebutuhan anak.

“Keberhasilan Ibrahim AS mendapatkan karunia anak shaleh seperti Ismail AS karena beliau sendiri berhasil mendidik dan membentuk dirinya menjadi seorang hamba yang shaleh. Selain itu, upaya membentuk anak yang shaleh juga melalui pemberian nafkah yang halal dan memberikan kasih sayang kepada anak tapi tidak memanjakannya,” papar Andala.

Tags:

Related posts: