UBL Helat Bedah Karya Arsitektur

 

Himpunan Mahasiswa Teknik Arsitektur (HMTA) Universitas Bandar Lampung (UBL) menyelenggarakan kegiatan Bedah Karya Arsitektur dengan menghadirkan tokoh Arsitektur Nasional di Aula Gedung Rektorat UBL pada Senin pagi (15/4) kemarin. Dekan Fakultas Teknik UBL, Dr. Ir. Heri Riyanto, M.T., menuturkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menambah wawasan mahasiswa Fakultas Teknik UBL khususnya Program Studi Arsitektur.

“Kegiatan bedah karya Arsitektur ini diharapkan dapat memberikan motivasi bagi mahasiswa untuk dapat menghasilkan karya-karya Arsitektur terbaiknya,” ujar Dekan Fakultas Teknik UBL dalam sambutannya pada kegiatan Bedah Karya Arsitektur ini.

Senada, Ketua Pelaksana kegiatan, Andyzon Octadynata, menyatakan dalam kegiatan yang diselenggarakan HMTA UBL ini, mahasiswa Program Studi Arsitektur UBL, Abdul Khairi Saputra mempresentasikan karya desain arsitekturnya untuk kemudian dibedah bersama tokoh Arsitektur Nasional yakni Ir. Baskoro Tedjo, MSEB, Ph.D., yang dihadirkan dalam kegiatan ini.

“Kehadiran tokoh favorit mahasiswa Arsitektur UBL ini bertujuan untuk memotivasi seluruh peserta agar dapat menghasilkan karya-karya Arsitektur sehingga bisa menjadi Arsitektur yang handal,” ujar Andyzon.

Dalam kegiatan ini, Ir. Baskoro Tedjo, MSEB, Ph.D., Dosen dan Praktisi Institut Teknologi Bandung (ITB) memaparkan materinya mengenai Desain Ekologi yakni karya Arsitektur yang menggunakan pendekatan ekologis agar desain yang dihasilkan tidak merusak alam.

“Seorang Arsitektur harus dapat mengeksplorasi karyanya melalui pendekatan ekologis yang meliputi manusia, budaya dan alam. Selain itu, Ekologi Desain ini juga meliputi tiga aspek yakni adaptasi alam, adopsi alam, dan akomodasi alam,” terang Baskoro.

Apresiasi terhadap sebuah karya arsitektur, lanjut Baskoro, tidak hanya dinilai secara estetika atau keindahan visual saja, namun karyanya juga harus memenuhi etika yaitu tidak merugikan orang lain dan religi atau agama yakni tidak merusak alam ciptaan-Nya.

Selain memaparkan materi, Baskoro yang juga sebagai salah satu Tim Penilai Arsitektur Kota (TPAK) menampilkan beberapa karya yang telah dihasilkannya dihadapan seluruh peserta yang terdiri dari Dosen dan Mahasiswa Fakultas Teknik dari tiga Program Studi yakni Teknik Sipil, Teknik Mesin dan Arsitektur.