UBL dan KLFI sukses selenggarakan Konferensi Komunitas Linguistik Forensik Indonesia ke-3

[UBL] : Bandar Lampung : Universitas Bandar Lampung (UBL) dan Komunitas Linguistik Forensik Indonesia (KLFI) sukses selenggarakan Konferensi Komunitas Linguistik Forensik Indonesia ke-3. Konferensi berlangsung selama dua hari 5 dan 6 November 2022. Tema konferensi adalah “The Need for Interdisciplinary Studies in Facing the Practical Challenges of Forensic Linguistics” (Kebutuhan Kajian Interdisipliner dalam Menghadapi Tantangan Praktis Linguistik Forensik).

Konferensi dibuka oleh Rektor UBL yang diwakili oleh Wakil Rektor II, Drs. Harpain, MAT, MM. Dalam pidatonya, Wakil Rektor mengucapkan selamat kepada panitia dan sangat mengapresiasi penyelenggaraan konferensi serta menyambut baik para pembicara, pemakalah dan semua peserta yang berasal dari tanah air dan mancanegara.

Peserta yang mendaftar Konferensi KLFI-3 ini berjumlah lebih dari 100 orang yang berasal dari 15 negara, yaitu Indonesia, Australia, Amerika, Malaysia, Jerman, Inggris, China, Pakistan, Austria, Belanda, Perancis, Italia, Filipina, Mesir dan Polandia.

Pembicara Utama (Plenary Speaker) dalam konferensi adalah ISABEL PICORNELL, PhD CFE (Aston Institute for Forensic Linguistics, UK), KOMBES. POL. ARI RACHMAN NAFARIN (Direktur Ditreskrimsus Polda Lampung) yang diwakili oleh KOMPOL DEVI SUJANA, SH, SIK, MH (Kasubdit Cyber Ditreskrimsus), Prof. AMRIN SARAGIH, Ph.D. (Universitas Negeri Medan, Indonesia), MATHEW GILLINGS, Ph.D. (Wirtschaftsuniversität Wien, Austria), LAURA SMITH-KHAN, PhD (University of Technology Sydney, Australia), ALFONSO SÁNCHEZ-MOYA, PhD (Independent Researcher & Data Linguist, USA) dan SUSANTO, Ph.D. (Universitas Bandar Lampung, Indonesia).

Kemudian kuliah umum disampaikan oleh Prof. HANNES KNIFFKA (Bonn University, Germany). Para moderator adalah Prof. SILVANA SINAR, PhD (Universitas Sumatera Utara), Prof. Dr. EVA TUCKYTA SARI SUJATNA (Universitas Padjadjaran), Dr. SAILAL ARIMI, MHum (Universitas Gadjah Mada), Dr. MIRSA UMIYATI, MHum (Universitas Warmadewa), R. DIAN DIA-AN MUNIROH, MHum, PhD (Universitas Pendidikan Indonesia), Dr. SABRIANDI ERDIAN, MHum (Politeknik Negeri Padang), DERI SIS NANDA, MA, PhD (Universitas Bandar Lampung).

Dalam konferensi juga diselenggarakan kompetisi riset mahasiswa tentang linguistik forensik yang diikuti oleh para mahasiswa dari Universitas Gadjah Mada, Universitas Bandar Lampung, Fujian Normal University China, dan Universitas Warmadewa. Tsurayya Yusra Zahirah Zahra, Lin Shiyuan, dan Asradi Cerman terpilih sebagai “The Best Student Project Presenter”. Bagi para pemakalah dalam konferensi, yang terpilih sebagai “The Best Research Paper Presenter” adalah Oluwole Sanni, MA dan Eni Candra Tampubolon, MA.

Di acara penutupan konferensi, Susanto, MHum, MA, PhD, selaku Pendiri dan Ketua KLFI dan juga Kepala Pusat Studi Linguistik UBL, menyampaikan terimakasih kepada para panitia, pembicara dan peserta konferensi dan harapannya yaitu Konferensi KLFI-3 dapat memberikan kontribusi untuk perkembangan dan kemajuan kajian-kajian linguistik forensik di tanah air serta membantu penegakan hukum.

“Kami berharap Konferensi KLFI-3 yang diselenggarakan selama dua hari yaitu 5 dan 6 November 2022 ini dapat memberikan kontribusi untuk perkembangan dan kemajuan kajian-kajian linguistik forensik di tanah air. Harapan kami juga para ahli linguistik forensik di Indonesia dapat berperan aktif terkait dengan memberikan analisis alat bukti kebahasaan dalam kasus-kasus hukum yang diperlukan untuk membantu penegakan hukum di tanah air”, kata Susanto. ***