Bandar Lampung—Universitas Bandar Lampung (UBL) terus meningkatkan wawasan mahasiswanya dalam menghadapi Revolusi Industri 4.0. Berbagai kegiatan seminar dan kuliah umum diselenggarakan oleh UBL, salah satunya melalui Inspiring Talk 10 School & Campus Mobile Coke Tour 2019 bersama Lampung Post dan Coca Cola Amatil Indonesia (CCAI) di Aula Gedung F, Kampus Drs. H. RM. Barusman UBL, Kamis (24/10/2019).

Kepala Program Studi (Kaprodi) Ilmu Komunikasi, Prof. Dr. Khomsahrial Romli, M.Si., dalam sambutannya mengatakan, peran komunikasi pada era ini semakin besar mengingat setiap individu tingkat kebutuhan informasinya akan naik sangat tinggi. “Saat ini segala kebutuhan manusia sudah dilakukan secara digital, mulai dari cara mendapatkan informasi yang lebih gampang, lalu pembayaran yang sudah menggunakan uang elektronik, bahkan baru-baru ini muncul informasi dari pihak google yang ingin merekrut tenaga kerja yang tidak lagi memandang background pendidikannya, namun berdasarkan skill atau kemampuan,” ujarnya.

Corprate Affairs Regional Manager West Indonesia Coca-Cola, Yayan Sopian juga menambahkan, Revolusi Industri 4.0 menjadi tantangan untuk pemuda Indonesia mewujudkan mental Driver bukan lagi sebagai Passenger. “Masalah pemuda Indonesia yang masih sering terjadi adalah ketika mereka sudah lulus pendidikan namun mereka masih belum mengetahui apa yang harus dilakukan, inilah yang harus kita ubah dari mental passenger menjadi mental driver. Anak muda yang memiliki mental driver bukan hanya mereka yang memiliki keberanian, namun juga pengalaman, mau berdiskusi, dan membangun kolaborasi,” tambah Yayan.

Selain Yayan, narasumber dari pihak Coca Cola juga mendatangkan Plant Operational SSO CCAI Lampung, yakni Teguh Widodo yang menyampaikan materi mengenai sistem kerja perusahaan coca cola dalam menghadapi tantangan jaman. Tak hanya itu, dari pihak Lampung Post, Abdul Kohar mengatakan pada era ini surat kabar harian sudah berubah menjadi multi platform, yang artinya informasi dapat lebih cepat sampai kepada pembaca. Hal ini yang harus menjadi perhatian untuk lebih berhati-hati pada berita yang belum terbukti kebenarannya.
“Sekarang ini banyak masyarakat Indonesia bahkan para pemudanya yang terjerat UU No. 11 th 2008 tentang ITE, oleh karena itu bijaklah dalam menyampaikan informasi,” pungkas Abdul

Share this: