Hubungi kami melalui WhatsApp
Didukung Pemerintah Jerman, UBL Gaungkan Inovasi Perkotaan melalui SDGs International Symposium 2025
SDGs International Symposium 2025 di UBL

Bandar Lampung – Universitas Bandar Lampung (UBL) memperkuat komitmennya terhadap pembangunan berkelanjutan melalui SDGs International Symposium and MSP Workshop 2025 bertema “Urban Innovation and Collaboration for SDGs”. Kegiatan yang berlangsung di Emersia Hotel and Resort, Bandar Lampung, pada Rabu, 30 April 2025, mempertemukan akademisi, pemerintah, sektor swasta, organisasi masyarakat sipil, dan mitra internasional.

SDGs International Symposium 2025 menjadi bagian dari implementasi Proyek KEM11LAU (Kemitraan Multi-Pihak untuk Inovasi SDGs 11 di Provinsi Lampung). Program ini merupakan bagian dari SDGs-SSTC Phase II yang mendapat dukungan dari Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) Indonesia bersama Kementerian Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan Jerman (BMZ).

UBL Dorong Inovasi Perkotaan untuk SDGs

SDGs International Symposium 2025
Multi-Stakeholders Partnership (MSP) Workshop dalam rangka mendukung implementasi SDG 11 di Provinsi Lampung

SDGs International Symposium 2025 menjadi langkah strategis UBL dalam memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk mendukung pembangunan perkotaan yang inklusif, tangguh, dan berkelanjutan.

Melalui SDGs International Symposium 2025, UBL mendorong keterlibatan berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung SDG 11 tentang Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan. Pendekatan kolaboratif diperlukan untuk menghadapi tantangan perkotaan, seperti perubahan iklim, pengelolaan lingkungan, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Simposium menghadirkan pembicara internasional dari Jepang, Belanda, dan Filipina, serta perwakilan nasional dari BAPPENAS. Para narasumber berbagi perspektif mengenai inovasi, kebijakan, dan model kolaborasi dalam pembangunan perkotaan berkelanjutan.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Multi-Stakeholders Partnership (MSP) Workshop yang mempertemukan pemerintah daerah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan organisasi masyarakat sipil.

Komitmen UBL terhadap Pencapaian SDGs

Rektor Universitas Bandar Lampung, Prof. Dr. Ir. M. Yusuf S. Barusman, MBA, menegaskan pentingnya peran perguruan tinggi sebagai pusat inovasi dan kolaborasi dalam mempercepat pencapaian SDGs.

“UBL berkomitmen menjadi motor penggerak inovasi dan kolaborasi lintas sektor untuk menciptakan kota yang inklusif, aman, tangguh, dan berkelanjutan.”

Menurut Prof. Yusuf, pembangunan perkotaan membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Karena itu, kerja sama antara perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam menghasilkan solusi yang sesuai dengan kebutuhan daerah.

Kehadiran SDGs International Symposium 2025 menjadi salah satu bentuk nyata komitmen UBL untuk memperluas jejaring kolaborasi dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.

MSP Workshop Perkuat Kolaborasi Multi-Pihak

Kepala UBL SDGs Center, Dr. Eng. Fritz Ahmad Nuzir, menjelaskan bahwa MSP Workshop dirancang untuk menyatukan pemahaman dan kontribusi berbagai aktor dalam pembangunan berkelanjutan.

“MSP Workshop ini adalah titik awal untuk menyatukan pemahaman dan kontribusi masing-masing aktor.”

Melalui forum tersebut, peserta dapat menyampaikan gagasan, kebutuhan, serta peluang kerja sama yang dapat dikembangkan untuk mendukung pembangunan kota berkelanjutan di Provinsi Lampung.

Pemerintah Jerman Dukung Program melalui GIZ Indonesia

Dukungan Pemerintah Jerman menjadi salah satu unsur penting dalam pelaksanaan SDGs International Symposium 2025 melalui GIZ Indonesia dan BMZ.

Perwakilan GIZ Indonesia, Zulazmi, memberikan apresiasi terhadap antusiasme peserta dan kualitas pelaksanaan kegiatan di Lampung. Menurutnya, kolaborasi multi-pihak yang dibangun dalam kegiatan tersebut dapat menjadi model penting untuk mendorong inovasi perkotaan yang partisipatif.

Pelaksanaan workshop di Lampung juga dinilai sebagai salah satu pelaksanaan terbaik dalam proyek SDGs-SSTC Phase II karena melibatkan partisipasi yang inklusif dan menghasilkan pembahasan yang substansial.

Dukungan Pemerintah Daerah dan BAPPENAS

Forum SDGs International Symposium 2025 turut mendapat dukungan pemerintah daerah dan BAPPENAS.

Wakil Wali Kota Metro, Dr. M. Rafieq Adi Pradana, menyampaikan bahwa pemerintah daerah membutuhkan keterlibatan akademisi, masyarakat, dan sektor swasta untuk mewujudkan pembangunan kota yang berkelanjutan.

Sementara itu, perwakilan BAPPENAS, Gantjang Amanullah, menekankan pentingnya pendekatan kolaboratif dan inovatif dalam pembangunan berkelanjutan, terutama di kawasan perkotaan.

Sinergi pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat diharapkan dapat mempercepat transformasi menuju kota yang berdaya saing, inklusif, dan berkelanjutan.

Berbagi Praktik Terbaik dari Tiga Negara

Dalam SDGs International Symposium 2025, para peserta juga mendapatkan perspektif internasional dari Jepang, Belanda, dan Filipina.

Dari Belanda, Prof. Dr. Frans Stel, Senior Expert of PUM, membahas pentingnya membangun kapasitas kemitraan lintas sektor dalam pembangunan berkelanjutan.

Dari Jepang, Shoko Ando, Director of General Affairs IGES Kitakyushu Urban Centre, berbagi pengalaman Kota Kitakyushu dalam mendorong transformasi hijau dan penerapan SDGs melalui pendekatan kolaboratif.

Sementara itu, Sarah Queblatin dari Filipina memberikan perspektif mengenai bioregional governance yang mengedepankan kearifan lokal, pendekatan regeneratif, dan pemberdayaan masyarakat.

Berbagai pengalaman tersebut menjadi referensi bagi para pemangku kepentingan di Lampung dalam mengembangkan kebijakan dan inovasi perkotaan yang sesuai dengan karakteristik daerah.

Hasilkan Rekomendasi Strategis untuk Lampung

SDGs International Symposium 2025 diikuti lebih dari 100 peserta dari berbagai latar belakang, termasuk pemerintah daerah, perguruan tinggi, organisasi masyarakat sipil, komunitas pemuda, dan sektor swasta.

Salah satu hasil utama MSP Workshop adalah rumusan masukan strategis sebagai dasar penyusunan Letter of Intent (LoI) untuk implementasi Proyek KEM11LAU secara kolaboratif di Provinsi Lampung.

Rekomendasi tersebut diharapkan menjadi pijakan untuk memperkuat koordinasi dan membangun program bersama dalam mendukung pencapaian SDG 11 tentang Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan.

UBL Perkuat Peran sebagai Kampus Penggerak SDGs

Melalui SDGs International Symposium 2025, UBL kembali memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi yang aktif mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan melalui pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan kolaborasi internasional.

Dukungan Pemerintah Jerman melalui GIZ Indonesia dan BMZ semakin memperkuat kolaborasi multi-pihak untuk mendorong inovasi perkotaan di Provinsi Lampung.

Ke depan, SDGs International Symposium 2025 diharapkan menjadi salah satu pijakan bagi UBL untuk terus mengembangkan jejaring internasional dan memperkuat kolaborasi dalam pembangunan berkelanjutan.

Melalui kegiatan tersebut, UBL menegaskan komitmennya untuk menjadi kampus penggerak SDGs sekaligus mitra strategis dalam menciptakan inovasi perkotaan yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan.

Baca Juga : Kunjungan akademisi UBL ke Kyushu Institute of Information Sciences

pkl faiz(*) Blog