PT. PLN Gandeng LPPM UBL Salurkan Program TSJL Sektor UMKM Tahun 2022

Bandar Lampung – Universitas Bandar Lampung (UBL) di percaya oleh PT. PLN (Persero) Unit Induk Pusat Sumatera Bagian Selatan untuk membantu terlaksananya penyaluran Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TSJL) pada sektor UMKM. Salah satu programnya adalah pemberian bantuan penyediaan peralatan produksi gula semut aren yaitu Oven dan Kritalitator yang diberikan kepada UMKM Gula Semut WANA HIJAU di Desa Sendang Baru, Kecamatan Sendang Agung, Kabupaten Lampung Tengah (9/9/2022).

Dimas Kriesta Wijaya, perwakilan Tim TJSL PT. PLN (Persero) UIP Sumbagsel yang hadir di acara penyerahan bantuan alat produksi ini sampaikan apresiasinya. “Saya mewakili Tim TJSL PT. PLN (Persero) Sumbagsel mengucapkan terimakasih atas sambutan yang luar biasa ini, kami berharap bantuan yang kami berikan ini bermanfaat dan dapat digunakan bersama demi kesejahteraan UMKM gula semut dan juga untuk meningkatkan produksinya. Dengan alat ini semoga bisa membantu, mengefisiensi tenaga dan waktu produksi dan kalau saya boleh punya cita cita, saya pengen produk gula semut desa Sendang Baru bisa Go Internasional, jadi biar seperti Agnezmo,” ucapnya saat memberi sambutan di Balai Telogo Rejo.

Sementara itu, Nuriyah selaku ketua UMKM Gula Semut Wana Hijau Desa Sendang Baru mengaku kaget dan sangat bahagia dengan diberikannya bantuan alat produksi gula semut. “Saya sangat berterimakasih kepada Tim TJSL PT. PLN (Persero) Sumbagsel yang sudah memberikan bantuan ini, salah satu impian kami memiliki alat oven dan kristalitator gula semut. Terimakasih kepada UBL yang sudah menjembatani kami sehingga terpilih mendapatkan bantuan ini. Kalau boleh menyampaikan harapan, sebenarnya kami juga sedang bermimpi memiliki alat produksi packaging agar produk kami bisa menembus pasar yang lebih luas,” ungkapnya.

Sementara itu Sekretaris Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UBL Soewito menjelaskan tujuan kegiatan ini. “Banyak sekali potensi yang ada Desa Sendang Baru ini, salah satunya adalah tersedianya aren yang sangat banyak sebagai bahan untuk membuat gula aren. Selama ini di olah secara manual yang hanya bisa memproduksi sekitar 30 kg, dengan adanya bantuan mesin ini maka produksi dapat ditingkatkan menjadi 50 kg serta menjadi gula aren semut yang mempunyai nilai jual lebih tinggi,” terangnya.

“Tidak hanya penyerahan bantuan alat produksi saja, tapi akan ada pelatihan dan pendampingan yang dilakukan kedepannya. Training pengoperasian alat produksi oven dan kritalitator, pelatihan kesiapan bisnis seperti pembuatan Nomor Induk Berusaha, Pangan Industri Rumah Tangga dan Sertifikasi Halal serta marketing dan desain packaging untuk menunjang produk UMKM yang siap menembus pasar luas,” tutup Soewito.