MAHASISWA UBL SONGSONG ASA MELALUI BIDIK MISI

Universitas Bandar Lampung (UBL) sebagai Universitas swasta terbesar di Lampung yang berpengalaman di dunia pendidikan sejak tahun 1984 dipercaya Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Kopertis Wilayah II, Palembang sebagai universitas yang masuk urutan teratas se-Sumatera untuk jumlah kuota bidikmisi Perguruan Tinggi Swasta (PTS) mulai tahun 2012 lalu.

Pasalnya hingga saat ini, ratusan mahasiswa UBL dari 5 (lima) Program Studi telah menerima beasiswa bidikmisi diantaranya Ekonomi Manajemen, Teknik Sipil, Arsitektur, Administrasi Negara dan Administrasi Bisnis. Demikian ungkap Wakil Rektor III UBL Bidang Kemahasiswaan, Drs. Thontowie Dauli, MS.

Thontowie juga menuturkan bahwa beasiswa bidikmisi ini sangat membantu meringankan biaya operasional pendidikan khususnya bagi mahasiswa yang kurang mampu secara ekonomi namun memiliki potensi akademik yang memadai. Beasiswa bidikmisi ini juga merupakan tantangan bagi Mahasiswa untuk terus berprestasi demi menggapai mimpi dan cita-citanya.

“Beasiswa bidikmisi dari Dikti ini tentunya, selain menjadi solusi bagi mahasiswa tetapi juga sebagai tantangan untuk memenuhi tanggung jawab sebagai penerima beasiswa bidikmisi yakni pencapaian prestasi baik akademik maupun non-akademik. Diharapkan nantinya mahasiswa penerima beasiswa bidikmisi ini dapat  berprestasi  serta  menyelesaikan  studinya  dengan  lancar dan  tepat  waktu,  yang  akhirnya  dapat  ikut  andil  dalam  meneruskan perjuangan bangsa, memutus mata rantai kemiskinan,” ujar Thontowie.

Sementara itu, Kepala Biro Pembinaan Kemahasiswaan dan Hubungan Alumni (BPKHA) UBL, Dra. Yulfriwini, M.T., menambahkan bahwa beasiswa bidikmisi mulai diberikan Pemerintah kepada PTS mulai tahun 2012, sedangkan UBL melalui Yayasan Administrasi Lampung (YAL) telah memberikan kesempatan beasiswa kepada seluruh mahasiswa sejak tahun 2010 hingga sekarang pada Program Beasiswa Peduli Anak Bangsa (PB-PAB) dengan tiga kategori yakni beasiswa sosial, prestasi akademik mapun non-akademik.

“Mahasiswa UBL penerima beasiswa bidikmisi dituntut memenuhi tantangan sebagai penerima beasiswa bidikmisi, salah satunya yakni pencapaian Indeks Prestasi sesuai standar dikti. Hal ini untuk mempertahankan beasiswa tersebut hingga meraih gelar Sarjana,” ungkap Yulfriwini.

Willy Winata Sari, Mahasiswa Program Studi Ekonomi Manajemen dan Nurul Hidayat Mahasiswa Program Studi Teknik Sipil saat ditemui usai perkuliahan mengungkapkan bahwa mereka mengaku bangga dapat menjadi penerima beasiswa bidikmisi karena selain dapat meringankan beban orangtua, mereka juga termotivasi untuk meraih prestasi khususnya di bidang akademik untuk memenuhi tantangan dikti.

“Beasiswa bidikmisi ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus berusaha meraih asa dan bersiap andil dalam memutus mata rantai kemiskinan di Indonesia,” ujar keduanya yang merupakan penerima beasiswa bidikmisi tahun 2012.

Sementara itu, Jamaludin, Mahasiswa Program Studi Arsitektur, penerima beasiswa bidikmisi tahun 2013 asal Provinsi Banten ini mengaku bersyukur bisa mendapatkan beasiswa bidikmisi setelah mengikuti beberapa tahap seleksi karena dapat membantu membiayai hidup dan operasional pendidikan.

“Meskipun pencairan dana bidikmisi sempat mengalami keterlambatan, namun bagi saya hal ini bukanlah penghalang untuk tetap mempertahankan prestasi demi membuktikan bahwa saya pantas mendapatkan beasiswa bidikmisi ini,” ungkap Jamal.

Senada, Hambali Gunawan, penerima beasiswa bidikmisi Program Studi Administrasi Publik dan Bunga Clara Lesticia, penerima beasiswa bidikmisi Program Studi Administrasi Bisnis juga mengungkapkan bahwa tuntutan indeks prestasi yang ditetapkan Dikti merupakan tantangan bagi mereka untuk meraih berbagai prestasi.