Mahasiswa UBL Harumkan Nama Kampus dan Lampung Melalui Prestasinya di Kejuaraan Pencak Silat Nasional

Gambar: tiga mahasiswa Universitas Bandar Lampung mendapat juara di ajang kejuaraan pencak silat nasional
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

[UBL] : Bandar Lampung – Mahasiswa Universitas Bandar Lampug (UBL) kembali mengharumkan nama Kampus dan Provinsi Lampung melalui prestasi yang di raihnya di ajang Kejuaraan Pencak Silat Nasional.

Kali ini ada tiga mahaiswa yang berhasil meraih tiga mendali diajang kejuaraan Magelang Championship 1 Tahun 2022.

Yang pertama ada Riska Febriyanti mahasiswi dari prodi Sistem Informasi Fakultas Ilmu Komputer yang telah mendapatkan mendali emas atas juara 1 kelas C Putri Dewasa yang telah diraihnya.

Gambar: Riska Febriyanti mahasiswi dari prodi Sistem Informasi Fakultas Ilmu Komputer yang telah mendapatkan mendali emas atas juara 1 kelas C Putri Dewasa

Yang kedua ada Sahidin mahasiswa dari prodi Informatika Fakultas Ilmu Komputer yang mendapatkan mendali perak atas juara 2 kelas B Putra Dewasa yang diraihnya.

Gambar: Sahidin mahasiswa dari prodi Informatika Fakultas Ilmu Komputer yang mendapatkan mendali perak atas juara 2 kelas B Putra Dewasa

Selanjutnya, yang ketiga ialah David Hidayat dari prodi Ilmu Administrasi Bisnis Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik yang berhasil mendapatkan mendali perunggu atas juara 3 kelas C Putra Dewasa yang diraihnya.

Gambar: David Hidayat dari prodi Ilmu Administrasi Bisnis Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik yang berhasil mendapatkan mendali perunggu atas juara 3 kelas C Putra Dewasa

Kejuaran tersebut diselenggarakan atas kerjasama PB IPSI, IPSI Jawa Tengah dan KONI yang dilaksanakan pada tanggal 27-28 mei 2022, bertempat di GOR Samapta Magelang, Jawa Tengah.

Sahidin salah satu mahasiswa yang mendapat juara tersebut, sidikit menceritakan ketertarikannya dengan pencak silat. Ia sudah sangat lama tertarik untuk mengikuti pencak silat, namun izin orang tua yang masih menjadi kendala.

“Ketertarikan saya dengan pencak silat sudah lama yakni sejak tahun 2014. Namun, awalnya saya tidak mendapat izin dari orang saya untuk mengikuti pencak silat. Kemudian pada tahun 2018 saya mulai diizinkan untuk mengikuti pencak silat dan latihan-latihannya hingga sekarang” kata Sahidin, saat dimintai keterangannya melalui media WhatsApp.

mahasiswa yang biasa di sapa Ahid sudah mulai mengoleksi banyak mendali dan piala di cabang olah raga pencak silat. Sebab itu, ia tidak begitu terkejut saat dirinya bisa menjadi salah satu pemenang di ajang kejuaraan Magelang Championship 1 Tahun 2022.

Dan motivasi dari orang tua serta pelatih, dan tidak lupa juga melalui latihan latihan-latihan mandiri yang menguras banyak sekali keringat, sehingga bisa mendorong Ahid dan kawan-kawan yang lain lolos seleksi untuk menjadi perwakilan kampus.

“Salah satu faktor utama kemanangan saya dan dua teman saya adalah keuletan. Kemudian juga persiapan fisik dan teknik agar mampu meraih hasil maksimal di setiap perlombaan. Saya juga menekankan kepada diri saya dan juga teman-teman saya bahwa tiap atlet memang diminta berusaha sebaik mungkin dan bertanggung jawab akan fisiknya masing-masing” ujarnya.

Meski optimis, Ahid juga merasa harus meminta maaf kepada banyak pihak karena hasil yang ia dan satu temannya di kejuaraan Magelang Championship belum maksimal. Dia juga sangat berterimakasih kepad UBL yang senantiasa mendukung karya dan usaha para atlet. Begitupun dengan teman-teman seperjuangan yang sudah mengeluarkan keringatnya.

“Kekurangan saya sendiri, pada saat setelah pertandingan semifinal kaki saya mengalami cidera di bagian kiri, sehingga sangat tidak memungkinkan bagi saya untuk tanding maksimal seperti biasa” kata Ahid.

Ia juga menjelaskan salah satu temannya yang bernama david yang belum beruntung untuk membawa juara yang diharapkan. Ia mengatakan karena kurangnya latihan bisa membuat seorang atlet sedikit kaku dan kurang maksimal.

“Harapan saya untuk generasi selanjutnya, yang ingin mewakili kampus dan mencetak prestasinya baik di ajang nasional maupun internasional, harus latihan dengan giat dan jangan mudah merasa puas untuk dengan apa yang sudah kita dapat, harus tetap haus ilmu” harapan Ahid.

“Dan jangan lupa untuk perbanyak latihan mandiri, karena bisa menunjang perkembangan yang lebih cepat, dan harus tetap rendah hati, jangan lupa juga untuk ibadah serta berdoa. Karena usaha tanpa do’a itu sombong, dan sebaliknya do’a tanpa usaha itu bohong” pungkas Sahidin.

 

(PRS)