Kurangi Pengangguran Terdidik, Kemenpora Lantik UBL Sebagai Pengelola Program PSP3

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Universitas Bandar Lampung ditetapkan sebagai pengelola Program Pemuda Sarjana Penggerak Pembangunan Pedesaan (PSP3) Provinsi Lampung pada 20 Juli 2011 oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora), demikian pernyataan Ir. M. Yusuf S. Barusman, MBA. (Rektor Universitas Bandar Lampung).

Masih menurut Rektor UBL, PSP3 merupakan program pemerintah yang diluncurkan secara nasional melalui Kemenpora yang telah berlangsung sejak tahun 1989. Program tersebut dilaksanakan melalui kerjasama dengan Perguruan Tinggi dan melibatkan para sarjana muda untuk memperteguh komitmennya untuk turut serta dalam pembangunan Nasional. “Komitmen ini penting untuk mengatasi dua permasalahan pokok yaitu menumpuknya pengangguran terdidik di perkotaan dan masih rendahnya kualitas sumber daya pemuda di perdesaan” lanjut Rektor UBL.

Program ini dikembangkan dengan tujuan agar dapat mengubah paradigma dari sarjana mencari kerja menjadi sarjana pencipta lapangan kerja.  Seperti diungkapkan Rektor UBL, dalam program PSP-3 ini juga, diharapkan dapat menurunkan arus urbanisasi dan sekaligus meningkatkan partisipasi pemuda dalam mengembangkan potensi yang ada di perdesaan, “Potensi tersebut seperti pertanian, perikanan, peternakan, agroindustri serta berbagai potensi Sumber Daya Alam (SDA) yang tersedia, pengembangan usaha mikro serta pengembangan usaha yang berbasis teknologi dan informasi tepat guna dan padat karya yang dibangun di atas pilar kearifan lokal dan terwujudnya kesejahteraan masyarakat, khususnya pemuda” imbuh Rektor UBL.

Prof. DR. Khomsahrial Romli, M.Si. (Wakil Rektor II UBL) mengungkapkan bahwa Pemuda secara demografi ekonomi merupakan aset untuk menggerakkan pembangunan nasional. Keberhasilan pembangunan kepemudaan terutama dalam menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas dan memiliki keunggulan daya saing menjadi salah satu kunci dalam membuka peluang dan kemajuan di berbagai sektor pembangunan dan masa depan Indonesia sebagai negara-bangsa. “Karenanya jiwa kepeloporan pemuda sangat menentukan perkembangan dan kesuksesan pembangunan. Dalam upaya mendorong, mengembangkan dan meningkatkan kepeloporan pemuda, pemerintah memfasilitasi potensi Pemuda terdidik di perdesaan melalui program Pemuda Sarjana Penggerak Pembangunan Perdesaan (PSP3)” ungkap Wakil Rektor II UBL.

Dalam memperluas informasi yang berkaitan dengan program PSP-3 ini, memerlukan proses sosialisasi yang masif, sistematis, terencana dan terukur agar pencapaian-pencapaian dari proses sosialisasi dapat diestimasi, sehingga memenuhi target sesuai dengan rencana yang telah ditentukan. Untuk itu, pada program PSP-3 tahun 2011 ini, Tim Asistensi yang membantu Dispora dalam meningkatkan efektivitas program PSP-3 di lapangan melibatkan 33 Perguruan Tinggi se-Indonesia yang terdiri dari 30 Perguruan Tinggi Negeri dan 3 Perguruan Tinggi Swasta untuk bekerjasama secara formal dalam kegiatan asistensi, bimbingan dan konsultasi, monitoring, dan networking.

Universitas Bandar Lampung sebagai satu-satunya Perguruan Tinggi Swasta di Sumatera yang ditunjuk oleh Kemenpora sebagai Pengelola Program PSP3 untuk mensosialisasikan program PSP-3 ini kepada seluruh masyarakat wilayah Provinsi Lampung. “Sosialisasi ini sangat berguna untuk memberikan arah bagi keseluruhan proses penyelenggaraan program PSP-3. Dalam program ini, Provinsi Lampung termasuk kedalam zona 2 (dua) yaitu zona yang terdiri dari Provinsi Sumatera Selatan, Kepulauan Riau, Bangka Belitung, dan Bengkulu.” papar Rektor UBL.

Wakil Rektor II menambahkan, “Selain mensosialisasikan program PSP-3 ini, Universitas Bandar Lampung juga diberi wewenang untuk merekrut calon peserta PSP-3 sebagai tahapan lanjut dalam pelaksanaan program PSP-3. Rekrutmen ini terdiri dari tahapan penetapan lokasi Desa/Kelurahan dan tahapan penentuan peserta program yang sesuai dengan kriteria yang ditetapkan.”

Sebelum penugasan di lokasi penempatan, seperti yang dinyatakan Wakil Rektor II UBL, peserta program PSP-3 perlu dibekali  dengan pengetahuan, sikap dan keterampilan teknis dan metodologi yang memadai sebagai dasar dalam mendukung efektivitas tugas tenaga PSP-3 yakni penggerakkan, pendampingan dan kemandirian terutama dalam konteks mengembangkan potensi sosial-ekonomi masyarakat di perdesaan. “Universitas Bandar Lampung juga akan memberikan pembekalan terhadap peserta program PSP-3 yang merupakan kegiatan penting dengan tujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kemampuan tenaga PSP-3 sehingga dapat membentuk kompetensinya sebagai tenaga yang berperan dan berfungsi memfasilitasi dan mengorganisir sumberdaya masyarakat” ujar Wakil Rekor II UBL.

Disamping sebagai upaya menumbuh-kembangkan kepeloporan dan kemandirian para peserta program, melalui program PSP3 ini, diharapkan akan dapat meningkatkan peran serta pemuda ditengah masyarakat dalam mendinamisasi perubahan dan pembaharuan melalui pembangunan perdesaan. “Dalam program ini juga, para peserta diharapkan menjadi pelopor bagi masyarakat khususnya pemuda di perdesaan untuk melakukan inovasi dan mengakses sumber kemajuan, serta meningkatkan kinerja pelayanan publik Pemerintahan Desa dalam rangka memandirikan dan mensejahterakan masyarakat desa. Dan pada gilirannya membangkitkan pemuda desa dampingannya untuk melakukan kegiatan inovasi dan produktif sehingga desa menjadi inspirasi pembaharuan dan perubahan secara nasional” imbuh Rektor UBL.(simaz).