Jadi Satu Satunya Wakil Provinsi Lampung, Dosen UBL Terpilih Sebagai Peserta ToT Pengembangan Kurikulum Pendidikan Tinggi.

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Bandar Lampung—Dosen Universitas Bandar Lampung (UBL), Yanuar Dwi Prastyo, S.Pd.I., M.A., Ph.D., berhasil terpilih sebagai Peserta Training of Trainer (ToT) Pengembangan Kurikulum Pendidikan Tinggi yang diadakan oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, yang berlangsung pada 25-27 Maret 2021 di Hotel The Mulia, Nusa Dua, Bali. Pada daftar peserta sesi ke 2 ini diketahui Yanuar menjadi satu-satunya dosen terpilih dari Perguruan Tinggi di Provinsi Lampung, setelah sebelumnya ia juga berhasil lolos sebagai Tim Reviewer Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM) yang dikelola oleh Sekretaris Jendral Pendidikan Tinggi.

 

Yanuar yang juga Direktur Teaching Learning Center (TLC) UBL, menjelaskan kegiatan ini diadakan dalam rangka mencetak trainer – trainer baru pengembangan kurikulum untuk memandu para pemangku kepentingan khususnya program studi di seluruh Indonesia agar mampu merekonstruksi kurikulum yang ada sesuai dengan perkembangan zaman dan kebijakan Merdeka Belajar – Kampus Merdeka (MBKM). “Tujuan kegiatan ini diadakan adalah untuk menghasilkan para ahli pengembangan kurikulum yang nantinya akan memiliki sertifikasi sebagai narasumber untuk melakukan review terhadap kurikulum yang berlaku diberbagai Perguruan Tinggi di Indonesia, yang jelas kita yang menjadi peserta ini akan menjadi Trainer bagi Perguruan Tinggi lain di Indonesia yang ingin mengembangkan kurikulumnya sesuai dengan KPT dan Merdeka Belajar,” jelas Yanuar saat diwawancara secara daring (Sabtu, 27/03/2021).

 

Berbagai prestasi dan kesempatan pengalaman membanggakan yang diperolehnya ini merupakan salah satu bukti nyata bahwa dosen UBL terus diakui kompetensinya di tingkat nasional. “Alhamdulillah setelah sebelumnya saya terpilih sebagai Tim Reviewer, kali ini saya juga berhasil diundang untuk terlibat sebagai peserta dalam program ToT ini. Semoga ini juga menjadi kontribusi saya ditingkat nasional dengan cara unggul di salah satu bidang dan salah satunya pada implementasi program Merdeka Belajar – Kampus Merdeka. UBL menjadi salah satu pionir yang dikenal terdepan dalam implementasinya, terbukti dari beberapa hibah yang kita peroleh dan keterlibatan saya sebagai narasumber diberbagai kesempatan terkait Program MBKM ini,” ujar Yanuar.

 

Yanuar menambahkan, dalam kegiatan tersebut para peserta merupakan pengembang atau ahlinya kurikulum dari masing-masing universitas, maka harus ada data yang dipersiapkan untuk kegiatan tersebut, diantaranya mengisi Kebijakan Akademik Implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka, jadi mereka yang dipanggil harus menunjukkan kebijakan akademik MBKM di kampusnya masing-masing, kemudian Standar Operasional Baku Implementasi Merdeka Belajar, kurikulum yang sudah sesuai dengan KPT 2020, serta sistem penjaminan mutunya. “Setelah mendapatkan undangan ini bukan berarti kita hanya diam saja lalu berangkat kesana dan hanya menerima materi saja tetapi juga nanti disana akan ditagih 4 hal tersebut. Kebijakan akdemik sudah ada belum, buku panduan, kurikulum untuk implementasi, dan juga sistem penjamin mutunya,” tutup Yanuar.