Guru Bahasa Inggris Harus Mengubah Pola Pengajaran Konvensional

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Program studi Pendidikan Bahasa Inggris menyelenggarakan seminar berjudul Challenges and Improvement of teaching Learning Process in High Schools, Jumat Siang di Ruang aula Lantai 7 Gedung A UBL. DiungkapkanKetau Prodi FKIP Bahasa Inggris, Dr. Drs. Baginda Simaibang, MEd seminar ini, bertujuan untuk membahas tantangan dan langkah teaching methodology di tingkat SMA yang kerap mengalami kendala.’’Seminar sehari ini akan mencoba membongkar  berbagai kesulitan yang sering muncul dalam pengajaran bahasa Inggris di tingkat sekolah dengan menerapkan langkah teaching methodology,’’ jelas Baginda disela-sela acara, Jumat (18/11).

Seminar yang dilaksanakan sehari ini mengundang sekitar 300 orang peserta yang mayoritas guru dan mahasiswa di lingkup Bandar Lampung, Metro dan Lampung Selatan dengan pemateri Prof. Dr. AG Bambang Setiadi dari Unila dan Drs. Akhmad Safel dari LPMP. Dalam materinya, Bambang Setiadi menekankan bahwa tantangan yang dihadapi oleh guru bahasa Inggris di Indonesia adalah kurangnya kegiatan communicative ketika belajar dan selalu menekankan pengajaran grammar dengan metoda GTM (grammar translation method)  yang sudah berusia ratusan tahun. ‘’Guru Bahasa Inggris harus mengubah pola pengajaran konvensional yang sudah sulit diterapkan dalam metode pembelajaran masa kini. Sebaiknya guru memberikan penekanan kepada siswa agar aktif berbicara (communicative activities) agar para siswa SMA berani berbicara walaupun salah,’’ paparnya.

Seminar ini juga dihadiri dosen UBL, para pejabat dan semua mahasiswa FKIP UBL.Para peserta ini juga mendapatkan sertifikat sebagai bukti keikutsertaan. Seminar sehari ini dibuka langsung oleh Rektor Ir. M. Yusuf S. Barusman MBA yang juga dihadiri Ketua Yayasan Administrasi Lampung Sri Hayati Barusman.(vr).