Anggrek Langka, Mahasiswa UBL Buat Lab Kultur Jaringan Terbesar di Lampung

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Tanaman hias akhir-akhir ini menjadi primadona di kalangan masyarakat. Berbagai jenis tanaman hutan mulai dijual di pasaran  harga cukup tinggi. Melihat prospek pasar tanaman hias itu salah satu mahasiswa Universitas Bandar Lampung, Anggayuh Pramana Putra, justru tertarik untuk memperbanyak tanaman anggrek yang mulai langka. Khususnya anggrek bulan. Untuk itu ia membuat sebuah laboratorium khusus bernama Wahana Tirta Orchid sebagai tempat memperbanyak tanaman atau disebutnya teknik kultur jaringan (kuljar). Menurut Angga, lab miliknya menjadi lab terbesar di Lampung dengan luas 400 meter persegi.

Laboratorium ini memiliki 6 Laminar yang digunakan untuk memperbanyak benih. Melalui metode ini bisa mendapatkan ribuan benih dalam satu botol media perbanyakan. Anggayuh Pramana Putra, Pemilik Laboratorium Wahana Tirta Orchid, mengatakan tertarik membudidaya anggrek karena menilai saat ini anggrek bulan langka. Selain itu, di Lampung, belum ada budidaya anggrek melalui kultur jaringan.

Sebelum membuka Laboratorium Wahana Tirta Orchid, Angga melakukan riset ke Bogor. Dari hasil riset itulah, Angga memutuskan untuk membuka Laboratorium Wahana Tirta Orchid. Laboratorium ini berada di dalam taman wahana Tirta. Hasil kultur jaringan benih anggrek diperbesar di dalam green house. Masa pembesaran di green house berlangsung selama 3 bulan. Setelah itu tanaman anggrek akan dibawa ke Bogor di suhu dingin biar berbunga. Selain anggrek, benih yang diperbanyak diantaranya bunga aglonema, jambu, alpukat, Macadamia, pisang Cavendish, pisang kepok dan Porang.