Untuk menunjang kinerja jajaran pemerintah daerah dalam melakukan Layanan Pengadaan Secara Elektonik(LPSE) baik barang ataupun jasa, LPSE UBL melakukan pelatihan terhadap 17 orang karyawan Pemda Pringsewu selama 4 (empat) hari di Gedung E UBL. Menurut Agus Sukoco sebagai Ketua LPSE UBL, pelatihan ini sudah berlangsung secara rutin yang telah diikuti oleh berbagai instansi pemerintah seperti Pemda Tanggamus dan Pemda Pringsewu. ‘’Ini kali kedua kami melakukan pelatihan terhadap instansi pemerintah dalam mengenalkan program LPSE.Dan pelatihan yang diikuti oleh 17 peserta dari Pemda Pringsewu ini sudah dimulai dari tanggal 3 hingga 6 Oktober kemarin dengan materi sistem yang berlaku pada LPSE dan penyedia dari panitia LPSE,’’ terang  Agus.

LPSE menjadi penting untuk dikuasi oleh jajaran instani pemerintah, pasalnya saat ini telah diterapkanmengenai kebijakan pengadaan barang ataupun jasa yang harus dilakukan secara elektronik. ‘’Oleh karena itu LSPE UBL ingin berkontribusi terhadap pengenalan program LPSE ke masyarakat baik sebagai admin atau sebagai penyedia jasa. Kami juga dipercaya oleh pemerintah sebagai pihak swasta satu-satunya di Lampung untuk membantu dalam pengenalan dan sosialisasi LPSE dibawah LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah),’’ ungkap Agus.

Agus berharap dengan pelatihan LPSE ini bisa mempercepat proses sosialisasi LPSE di seluruh instansi pemerintah atau masyarakat. Namun demikian dirinya menambahkan masih banyak kendala yang dihadapi dalam pelatihan LPSE yakni pengelolaan jaringan dan personality dari masing-masing peserta.  Tapi semuanya bisa dilakukan secara bertahap.

Sementara itu Dekan fakultas Ilmu Komuputer UBL, Andala Rama Putra, SE., MA.Ec menambahkan LPSE UBL yang berada dibawah naungan Fakultas Ilmu Komputer  merupakan salah satu bentuk Tridarma Perguran Tinggi yakni pengabdian terhadap kepada masyarakat. “ LPSE ini adalah wujud dari Tridarma Perguruan Tinggi. Oleh karena itu kami memiliki tanggung jawab untuk membatu pemerintah dalam melaksankan program LPSE. Selain itu kami juga telah memiliki SDM dan kemampuan menguasai teknologi tersebut,’’ jelas Andala.

Dirinya berharap LPSE ini juga akan menambah wawasan para dosen dan mahasiswa UBL pasalnya, program pelatihan ini juga melibatkan para mahasiswa dalam membantu pelaksanaan pelatihan.’’ Kami berharap ini akan menambah pengetahuan mereka sebalum mereka benar-benar terjuan ke dunia kerja,’’ tambahnya.

Andala juga menambahkan bahwa tahun 2012 seluruh pengadaan barang dan jasa harus dilaksanaknakan secara elektornik. Oleh karena itu LPSE UBL yang terbentuk awal tahun 2011 ini bisa menjadi jembatan penghubung dengan masyarakat atau tidak terbatas pada instansi pemerintah tertentu dalam penguasaan teknologi ini.  (vra)

Share this: