Bandar Lampung—Sineas muda Lampung yang terdiri dari mahasiswa program studi Ilmu Komunikasi Universitas Bandar Lampung (UBL) berhasil meloloskan karya film semi dokumenter yang diberi judul “Juang” ke babak final ajang Festival Fim Mahasiswa Indonesia (FFMI) 2019 yang diselenggarakan oleh Direktorat Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi di Institut Informatika dan Bisnis Darmajaya Lampung. FFMI sendiri adalah ajang bagi mahasiswa di seluruh Indonesia untuk menunjukan kemampuan terbaiknya di bidang sinematografi.

film “Juang” telah berhasil melewati beberapa tahap kualifikasi, yaitu tahap pendaftaran, kemudian seleksi kurasi tahap I berupa seleksi kelengkapan administrasi dan kelayakan film dan berhasil meloloskan 60 film dari ratusan film yang dibuat oleh mahasiswa dari seluruh universitas di Indonesia. 60 film yang lolos ini mengikuti tahap screening yaitu pemutaran film pada tanggal 24 juni lalu. Kemudian berhasil masuk 20 Besar pada kurasi tahap II melalui penilaian tiga juri nasional dan berhak menuju babak final dimana tim sineas UBL akan melakukan presentasi film dihadapan juri pada 19 Juli mendatang.

Film “Juang” mengangkat kisah mahasiswa beasiswa UBL yang memiliki keterbatasan fisik ini bertujuan untuk memberikan contoh pada mahasiswa yang lain supaya tetap semangat menempuh pendidikan. “ Film ini diangkat dari kisah hidup mahasiswa UBL yang memiliki keterbatasan fisik namun tidak pernah kehilangan semangat dan harapan untuk terus belajar, berjuang untuk menyelesaikan pendidikan tingginya,” ungkap Ok’Yori Prawi Egasi selaku Director of Photography (DOP) dari film ini saat diwawancarai di kampus UBL, Sabtu (06/07/2019).

Yori menambahkan, pembuatan film ini juga perlu perjuangan yang cukup keras, karena dibatasi oleh waktu mulai dari pembuatan skrip, take video, hingga proses editing. “Tim kami harus menyiapkan waktu disela sela kesibukan kuliah untuk membuat film ini, tapi kami sangat bersyukur bisa sampai pada tahap ini, kami juga tetap optimis dan berharap bisa membawa nama UBL menjadi juara, dan kami juga berterimakasih kepada pihak kampus UBL dan semua teman teman di prodi Ilmu Komunikasi yang terus memberikan dukungannya selama ini,” tambah Yori.

Share this: