Jika selama ini pemeringkatan univeristas diseluruh dunia selalu mengacu pada Webomatrics namun Universitas Bandar Lampung (UBL) menawarkan alternatif lain dalam pemeringkatan perguruan tinggi khususnya di Indonesia yang mengacu pada data Epsbed dan Webomatric dengan metode penalaran berbasis kasus. ‘’Kami telah melakukan penelitian hampir 5 (lima) bulan untuk menghasilkan software penghitungan pemeringkatan perguruan tinggi namun berdasarkan Epsbed dan kami telah mengenalkan ke publik didalam Seminar Teknik Informatik dan Sistem Informasi berskala nasional di Universitas Kristen IT Maranatha, Bandung,’’ ungkap  Ahmad Cucus sebagai peneliti TI UBL.

Hasil penelitian ini juga mendapat sambutan yang luar biasa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia pasalnya dengan software ini, hasil pemeringkatan mengacu pada data EPSEB dari Dikti dan mengacu pada kelengkapan universitas sehingga hasil yang muncul merupakan data real kelengkapan masing-masing univeristas. ‘’ Selama ini masyarakat selalu melihat hasil pemeringkatan universitas dari Webomatric, namun tidak mengetahui indikitor-indikator yang dipakai. Namun dengan software yang kami punya, universitas manapun bisa mengetahui dan menghitungnya secara otomatis, jelasnya Cucus.

Dirinya memberikan beberapa indikator yang digunakan dalam pemeringkatan univeristas diantaranya jumlah mahasiswa, guru besar yang dimiliki dalam setiap fakultas. Indikator ini tak lain merupakan data kelengkapan yang harus diberikan univeristas ke Dikti.

Sebagai contoh pemeringkatan dengan software ini, Program studi Manajemen Univeristas Mercubuana Jakarta berhasil menyaingi Program Manajemen Universitas Gadjah Mada Yogykarta karena dari hasil yang diambil dari EPSBED, Mercubuana lebih unggul dalam bidang guru besar dan mahasiswanya dibanding dengan UGM. ‘’ Ini merupakan contoh yang kami paparkan kemarin, dan hasil cukup mengejutkan. Namun inilah sesuai dengan kenyataan yang ada, terlebih kita mengacu pada Dikti,’’ paparnya.

Sementara itu Marzuki, M. Kom yang juga peneliti TI dari UBL menambahkan, ini merupakan satu-satunya software pertama yang mampu memperingkatkan univeristas berdasarkan data yang real dan mengacu pada Epsbed. Dirinya juga mengatakan penelitian ini dilakukan karena tercantumnya nama perguruan tinggi dalam suatu sistem pemeringkatan, terutama pada top level merupakan hal penting dan patut dilakukan.’’ Pertimbangnnya adalah masuknya perguruan tinggi dalam top perguruan tinggi, merupakan langkah awal yang sangat baik agar dunia pendidikan tinggi mengakui keberadaanya, dapat mendongkrak citra perguran tinggi selain juga akan meningkatkan promosi terutama dalam perolehan mahasiswa dan dukungan pihak luar,’’ ungkap Marzuki.

Webomatrics merupakan salah satu sistem pemeringkatan perguruan tinggi dunia yang bisa dinikmati perguruan tinggi di Indonesia. Dari hasil publikasi bulan Juli 2009 sebanykan 39 perguruan tinggi dan publikasi bulan Januari 2010 sebanyak 57 perguruan tinggi Indonesia  berhasil menduduki peringkat 6000 dunia. Software ini direncakan akan segera di didaftarkan ke Haki dan dipatenkan untuk mendaptakan perlindungan. (Vera).

Share this: