Hubungi kami melalui WhatsApp
Rektor UBL Terima Penghargaan atas Peran Strategis dalam Penyusunan RPJMD Lampung 2025–2029
penghargaan

BANDAR LAMPUNG — Komitmen perguruan tinggi dalam mendukung arah pembangunan daerah kembali mendapatkan apresiasi tinggi dari jajaran pemerintah. Rektor Universitas Bandar Lampung (UBL), Prof. Dr. Ir. M. Yusuf S. Barusman, MBA, secara resmi menerima penghargaan atas kontribusi aktifnya sebagai fasilitator dan kolaborator dalam agenda Focus Group Discussion (FGD) tematik untuk penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Lampung periode 2025–2029.

Pemberian penghargaan ini menjadi bukti nyata hadirnya sinergi strategis antara akademisi dan Pemerintah Provinsi Lampung dalam merumuskan kebijakan publik yang berorientasi pada kemajuan wilayah untuk periode lima tahun mendatang.

Peran Strategis Akademisi dalam Penyusunan RPJMD Lampung

Proses penyusunan RPJMD merupakan tahapan krusial bagi masa depan sebuah daerah. Dokumen ini bertindak sebagai panduan utama bagi Pemprov Lampung dalam menentukan prioritas program di bidang sosial, ekonomi, tata kelola, dan pembenahan infrastruktur.

Keterlibatan Rektor UBL Prof. Yusuf S. Barusman dalam forum FGD tematik memberikan landasan pemikiran akademis yang kuat berbasis data dan kajian ilmiah (evidence-based policy). Penyerahan penghargaan tersebut membuktikan keberhasilan beliau dalam memimpin diskusi teknis serta menyumbangkan gagasan pemikiran terkait berbagai isu krusial daerah, antara lain:

  • Penguatan Akses dan Kualitas Pendidikan Tinggi: Menyesuaikan kurikulum perguruan tinggi agar selaras dengan kebutuhan dunia kerja dan industri daerah.

  • Pengembangan Ekonomi Berkelanjutan: Memaksimalkan potensi agribisnis serta pariwisata Lampung dengan sentuhan inovasi teknologi digital.

  • Peningkatan Efisiensi Layanan Publik: Mendorong transformasi birokrasi pemerintahan agar lebih adaptif dan berbasis teknologi modern.

Kemitraan ini menegaskan bahwa kampus tidak hanya berdiri sebagai lembaga pendidikan formal, melainkan juga berperan langsung sebagai aktor utama pembuat perubahan kebijakan daerah.

Makna Penting Penghargaan atas Kolaborasi Helix Pembangunan Daerah

Pemberian penghargaan kepada pimpinan UBL tersebut menyoroti betapa pentingnya penerapan model kerja sama Penta-Helix, yakni kolaborasi terpadu antara sektor pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, masyarakat, serta media massa.

1. Menghubungkan Riset Kampus dengan Kebutuhan Daerah

Lembaga riset di perguruan tinggi memproduksi banyak data dan temuan penting. Di sisi lain, pemerintah daerah memiliki kewenangan eksekusi serta dukungan anggaran. Ketika kedua pihak berkolaborasi dalam penyusunan RPJMD Lampung 2025–2029, hasil kajian ilmiah dapat diubah menjadi rencana aksi yang berdampak langsung pada kesejahteraan warga.

2. Mendorong Kebijakan Berkelanjutan dan Terukur

Kehadiran pakar pembangunan memastikan bahwa penyusunan dokumen strategis daerah tidak sekadar menjadi formalitas birokrasi. Kebijakan yang dirancang memiliki indikator capaian yang terukur secara sistematis dan objektif.

3. Meningkatkan Relevance Riset Pendidikan Tinggi

Bagi Universitas Bandar Lampung, raihan penghargaan ini semakin mengokohkan posisinya sebagai pusat riset terdepan di Lampung. Para dosen dan mahasiswa terdorong untuk menjalankan penelitian lanjutan yang menjawab permasalahan riil di tengah masyarakat.

Dampak Jangka Panjang bagi Masyarakat dan Sektor Ekonomi

Integrasi pemikiran akademis ke dalam dokumen perencanaan daerah memiliki implikasi positif yang sangat luas. Dalam jangka panjang, kebijakan yang disusun bersama para pakar akan meminimalisir risiko kegagalan program atau alokasi anggaran yang tidak tepat sasaran.

Masyarakat Lampung akan merasakan dampak langsung berupa perbaikan mutu layanan publik, peningkatan infrastruktur daerah yang lebih merata, serta hadirnya lapangan kerja baru yang tercipta dari iklim investasi yang kondusif. Selain itu, sektor industri lokal dapat tumbuh lebih cepat karena didukung oleh kesiapan tenaga kerja lulusan perguruan tinggi yang memiliki keterampilan sesuai dengan kebutuhan pasar kerja modern.

Komitmen UBL dalam Mendukung Lampung Berkelanjutan

Sumbangsih gagasan dalam penyusunan RPJMD Lampung 2025–2029 menjadi wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada poin pengabdian kepada masyarakat dan pengembangan ilmu pengetahuan.

Pihak Universitas Bandar Lampung menyampaikan bahwa penghargaan yang diterima Rektor UBL merupakan bentuk apresiasi bersama bagi seluruh civitas akademika kampus. Poin penghargaan ini menjadi pemicu semangat bagi UBL untuk terus mengawal implementasi rencana pembangunan tersebut agar setiap target yang dipatok dapat terealisasi secara maksimal di lapangan.

Ke depan, UBL akan memperluas jejaring kemitraan dengan Bappeda serta berbagai dinas terkait untuk memantau indikator ketercapaian program pembangunan daerah secara berkala dan berkelanjutan.

Sinergi Berkelanjutan Akademisi dan Pemerintah Daerah

Pencapaian penghargaan tingkat daerah ini tidak berhenti pada seremonial semata, melainkan menjadi pijakan awal untuk memperkuat komitmen pengabdian civitas akademika. Kolaborasi yang erat antara lembaga pendidikan tinggi dan pemerintah terbukti mampu menghasilkan terobosan kebijakan yang menyentuh akar permasalahan masyarakat.

Keberhasilan meraih penghargaan atas perumusan RPJMD ini juga membuktikan kualifikasi para pakar di UBL dalam memetakan tantangan global, seperti digitalisasi dan perubahan iklim, untuk disesuaikan dengan kebutuhan lokal Provinsi Lampung.

Tahapan Lanjutan Implementasi RPJMD 2025–2029

Selepas tahapan perumusan materi dalam FGD tematik selesai diselenggarakan, Pemerintah Provinsi Lampung akan melangkah ke tahap legalisasi aturan serta penyebarluasan informasi kepada seluruh pemangku kepentingan.

Pengawasan berkala serta masukan konstruktif dari kalangan akademisi tetap dibutuhkan agar pelaksanaan seluruh agenda pembangunan berjalan sesuai koridor yang disepakati. Melalui dedikasi tinggi yang membuahkan penghargaan ini, masyarakat Lampung optimistis bahwa arah kebijakan daerah periode 2025–2029 akan terwujud dengan lebih terarah, inklusif, serta berdaya saing tinggi.

pkl Rendra (*) facebook