Hubungi kami melalui WhatsApp
FISIP UBL hadirkan sutradara film Madam-X

FISIP UBL hadirkan sutradara film Madam-X, Lucky Kuswandi, dalam sebuah kegiatan akademik interaktif yang diselenggarakan oleh Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Bandar Lampung. Kehadiran sutradara muda berbakat ini menjadi momentum berharga bagi para civitas akademika dan pecinta sinema di Provinsi Lampung untuk menimba ilmu langsung dari praktisi industri film nasional. Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Pascasarjana UBL tersebut sukses menyedot perhatian ratusan peserta yang antusias mempelajari rahasia di balik layar pembuatan film layar lebar.

Acara yang mengusung tema kiat sukses menjadi sutradara film layar lebar ini mendapat sambutan yang sangat prestisius. Peserta yang hadir tidak hanya didominasi oleh mahasiswa Universitas Bandar Lampung, tetapi juga melibatkan pelajar dari berbagai Sekolah Menengah Atas (SMA) dan sederajat di wilayah Lampung. Kehadiran para pelajar ini membuktikan bahwa minat generasi muda daerah terhadap pengembangan bakat di bidang seni audio-visual dan sinematografi amat sangat tinggi.

Kiat Sutradara Film Madam-X dalam Mengembangkan Karya Sinema

Dalam pemaparannya di hadapan ratusan peserta, Lucky Kuswandi membagikan filosofi serta langkah praktis yang harus dimiliki oleh seorang calon sutradara. Menurutnya, fondasi paling mendasar untuk terjun ke dunia perfilman adalah mentalitas yang pantang menyerah serta keterbukaan terhadap kritik dan saran konstruktif dari para ahli.

Sutradara bereputasi internasional tersebut menekankan bahwa seorang pembuat film tidak boleh menyembunyikan karyanya dari publik. Sebaliknya, karya tersebut harus berani ditunjukkan kepada orang-orang yang memahami seluk-beluk industri sinematografi agar mendapatkan masukan yang objektif guna meningkatkan kualitas karya berikutnya.

“Zaman sekarang sebenarnya jauh lebih mudah jika kita ingin membuat film. Hanya dengan bermodalkan perangkat handphone pintar, kita sudah bisa belajar berkarya untuk membuat film pendek yang berkualitas,” ungkap Lucky Kuswandi.

Pernyataan tersebut memberikan motivasi besar bagi para mahasiswa dan pelajar yang kerap menganggap bahwa kendala utama dalam membuat film adalah ketersediaan alat-alat mahal. Di era digital saat ini, aksesibilitas teknologi memungkinkan siapa saja untuk menjadi kreator konten dan pembuat film independen asalkan memiliki gagasan yang kuat dan cerita yang menarik.

Peran Sutradara Sebagai Nahkoda Utama Produksi Film

Lebih lanjut, sutradara yang pernah meraih penghargaan bergengsi di Berlin International Film Festival pada tahun 2009 ini mengibaratkan posisi sutradara dengan peran penting seorang nahkoda kapal. Sutradara memiliki tanggung jawab penuh untuk mengarahkan seluruh visi kreatif, teknis, dan emosional dari sebuah proyek sinematik.

Sebagai pemegang komando, seorang sutradara wajib mengetahui arah tujuan cerita secara mendalam. Tidak hanya itu, ia juga harus mampu menyatukan visi seluruh elemen tim, mulai dari para pemeran (aktor dan aktris) hingga jajaran kru teknis di lapangan agar tercipta sinergi kerja yang solid demi menghasilkan mahakarya visual berkualitas tinggi.

Pemutaran Karya dan Pengenalan Sutradara Film Madam-X

Selain sesi pemaparan materi dan tanya jawab interaktif, agenda acara di kampus UBL ini juga dimeriahkan dengan sesi pemutaran film (screening). Beberapa karya sinematik fenomenal garapan Lucky Kuswandi turut diputar dan dibedah bersama para peserta, di antaranya adalah film pendek “Sampai Besok” serta karya populer “Miss-Nona-Nyonya”.

Puncak dari acara ini adalah pengenalan karya layar lebar terbarunya yang sangat dinantikan publik, di mana sang sutradara film Madam-X membagikan proses kreatif di balik pembuatan film tersebut. Film yang mengusung genre komedi aksi unik ini dipresentasikan secara khusus kepada para penikmat film dan komunitas sinema yang hadir di Lampung. Sesi penayangan dan diskusi ini memberikan gambaran riil mengenai proses kreatif di balik layar produksi film komersial bernilai estetika tinggi.

Komitmen FISIP UBL dalam Mendukung Industri Kreatif

Penyelenggaraan acara workshop perfilman ini menjadi bukti nyata komitmen Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP UBL dalam menghadirkan pendidikan bereputasi yang relevan dengan kebutuhan industri kreatif saat ini. Dengan menghadirkan sosok sutradara film Madam-X ke kampus, mahasiswa diharapkan tidak hanya menguasai teori di dalam kelas, tetapi juga mendapatkan wawasan praktis dari para praktisi tepercaya.

Diharapkan melalui kegiatan inspiratif ini, lahir bakat-bakat muda baru dari Provinsi Lampung yang siap mewarnai kancah industri film Indonesia di masa depan. Pengembangan potensi lokal melalui wadah akademis seperti ini akan terus digalakkan guna mencetak lulusan yang kreatif, inovatif, dan siap bersaing di tingkat global.