Hubungi kami melalui WhatsApp
UKMI Al Hidayah UBL Bedah Buku "Menyiapkan Momentum"

BANDAR LAMPUNG — Bekerjasama dengan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Komisariat Zainal Abidin Pagar Alam, Unit Kegiatan Mahasiswa Islam (UKMI) Al Hidayah Universitas Bandar Lampung (UBL) sukses menggelar agenda bedah buku UKMI UBL bertajuk “Menyiapkan Momentum”. Kegiatan religius dan akademis ini dilaksanakan pada hari Kamis (5/8) yang dipusatkan di Masjid UBL Kompleks Kampus Setempat.

Acara ini diselenggarakan sebagai langkah nyata untuk mendorong tradisi literasi di kalangan civitas akademika kampus, sekaligus menjadi wadah pembentukan karakter kepemimpinan Islam bagi para generasi muda. Melalui pembahasan buku ini, para peserta diajak untuk memahami pentingnya kesiapan intelektual, mental, dan spiritual dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks.

Menghadirkan Narasumber Berpengalaman

Hadir sebagai pemateri utama dalam agenda bedah buku UKMI UBL ini, Rovel Rinaldi yang merupakan perwakilan dari KAMMI Daerah Lampung. Dalam pemaparannya yang lugas dan inspiratif, Rovel mengungkapkan bahwa buku Menyiapkan Momentum sangat relevan dan berguna bagi para mahasiswa, khususnya mahasiswa muslim yang beraspirasi menjadi seorang pemimpin di masa depan.

Buku yang ditulis oleh Rijalul Imam, S.Hum., ini dinilai memberikan arah baru dalam memahami konsep kepemimpinan profetis. Pemateri menekankan bahwa pemuda hari ini tidak boleh hanya menjadi penonton pasif dalam panggung sejarah, melainkan harus bertindak sebagai aktor utama yang secara aktif mempersiapkan kemenangan peradaban secara matang dan terencana.

“Buku karangan Rijalul Imam, S.Hum ini sangat menarik bagi mereka seorang mahasiswa untuk ditelaah lebih jauh karena di dalam buku ini banyak mengambil wisdom dari beberapa Nabi, terutama Nabi Sulaiman, Ibrahim, dan Nabi Yusuf. Hal ini bisa memberikan sintesa baru kepada kita generasi muda untuk siap menjemput momentum kebangkitan bangsa,” ujar Rovel di hadapan puluhan peserta.

Meneladani Model Kepemimpinan Nabi Sulaiman AS

Salah satu poin krusial yang dibahas secara mendalam oleh Rovel adalah mengenai pemilihan kisah Nabi Sulaiman AS sebagai salah satu figur sentral dalam buku tersebut. Menurutnya, Nabi Sulaiman merupakan contoh konkret (prototype) dari kemenangan dan kejayaan Islam yang terstruktur secara rapi dalam sebuah sistem kerajaan yang besar, kokoh, dan visioner.

Kejayaan tersebut diawali dari visi besar dan doa yang dipanjatkan oleh Nabi Sulaiman kepada Allah SWT, sebagaimana yang tertuang di dalam Al-Qur’an Surah Shad ayat 35:

“Ia berkata: Ya Tuhanku, ampunilah aku dan anugerahilah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh seorang pun sesudahku, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Pemberi.” (QS. Shad: 35)

Rovel menjelaskan bahwa doa tersebut bukanlah bentuk kesombongan atau ketamakan akan kekuasaan, melainkan representasi dari cita-cita besar seorang pemimpin untuk menegakkan keadilan, kemakmuran, dan kesejahteraan di bawah naungan nilai-nilai ketuhanan. Selain itu, kehebatan peradaban Nabi Sulaiman hingga kini terus dipelajari dan diakui dalam catatan sejarah dunia.

“Nabi Sulaiman memiliki banyak sekali kehebatan yang sangat patut dicontoh oleh mahasiswa masa kini. Di antaranya adalah tradisi ilmiah yang sangat kuat, proses kaderisasi yang kokoh dan proaktif, penguasaan bahasa asing, hingga pengelolaan sumber daya alam dan manusia secara optimal,” tambah Rovel dalam pemaparannya.

Membangun Jiwa Kepemimpinan Pemuda Masa Kini

Lebih lanjut, kegiatan bedah buku UKMI UBL ini juga menyoroti pentingnya relevansi nilai-nilai kenabian dalam menjawab persoalan kepemimpinan modern. Di era digitalisasi dan perubahan sosial yang sangat cepat, mahasiswa dituntut memiliki ketahanan mental serta wawasan yang luas agar tidak tergerus oleh dampak negatif globalisasi.

Integrasi nilai kepemimpinan Nabi Ibrahim yang berani mendobrak status quo dan Nabi Yusuf yang andal dalam manajemen krisis menjadi fondasi penting yang melengkapi keteladanan Nabi Sulaiman. Dengan menyinergikan ketiga karakter profetis ini, para aktivis mahasiswa diharapkan mampu memberikan solusi nyata bagi problematika masyarakat sekitarnya.

Sinergi Lembaga dan Antusiasme Peserta

Kegiatan bedah buku UKMI UBL setebal 117 halaman ini mendapat sambutan yang sangat hangat dari berbagai kalangan mahasiswa. Tidak hanya dihadiri oleh pengurus dan anggota UKMI Al Hidayah Universitas Bandar Lampung, tampak hadir pula para kader KAMMI dari Komisariat Zainal Abidin Pagar Alam (ZAPA) serta perwakilan dari komisariat-komisariat KAMMI lainnya se-Bandar Lampung.

Sesi diskusi berlangsung secara interaktif dengan dibukanya ruang tanya jawab antara peserta dan pemateri. Para peserta tampak antusias mengajukan berbagai pertanyaan seputar bagaimana mengimplementasikan strategi kepemimpinan para nabi dalam kehidupan organisasi kemahasiswaan maupun dunia profesional di masa depan.

Sinergi antara UKMI Al Hidayah UBL dan KAMMI diharapkan dapat terus terjalin secara berkelanjutan melalui berbagai kegiatan edukatif dan keislaman lainnya. Melalui acara ini, UKMI Al Hidayah UBL kembali menegaskan komitmennya untuk tidak hanya menjadi wadah ibadah ritual semata, melainkan juga sebagai pusat pembinaan intelektual dan kepemimpinan kader-kader muda yang siap berkontribusi positif bagi agama, bangsa, dan negara. (Rul_UBL)