Bandar Lampung – Akademisi Universitas Bandar Lampung (UBL), Prof. Dr. Iskandar Ali Alam, M.M., dipercaya menjadi narasumber dalam Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Biro Sumber Daya Manusia (SDM) Kepolisian Daerah Lampung yang diselenggarakan pada Kamis, 15 Juni 2023. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Serba Guna Presisi Polda Lampung ini mengangkat tema “Mewujudkan SDM Polri yang Unggul dan Kompetitif Guna Mendukung Peningkatan Produktivitas untuk Transformasi Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan.”
Kehadiran Prof. Iskandar sebagai narasumber merupakan bentuk kontribusi Universitas Bandar Lampung dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia di berbagai sektor, termasuk institusi pemerintahan dan aparat penegak hukum. Melalui pengalaman akademik serta kepakarannya di bidang manajemen dan pengembangan organisasi, beliau membagikan berbagai strategi untuk membangun SDM yang mampu menjawab tantangan perubahan zaman.
Dalam paparannya, Prof. Iskandar menjelaskan bahwa perkembangan teknologi, globalisasi, dan perubahan pola kerja telah membawa tantangan baru bagi setiap organisasi. Jika sebelumnya organisasi lebih banyak menghadapi persoalan yang bersifat konvensional, kini hampir seluruh aspek pekerjaan dipengaruhi oleh transformasi digital yang berkembang sangat cepat.
Menurut beliau, keberhasilan sebuah organisasi tidak lagi hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi atau besarnya sumber daya yang dimiliki, tetapi sangat bergantung pada kualitas manusia yang mengelolanya. Oleh karena itu, investasi dalam pengembangan sumber daya manusia menjadi salah satu faktor terpenting untuk memastikan organisasi mampu bertahan, berkembang, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Saat ini tantangan tugas dalam sebuah organisasi semakin berat dikarenakan kompleksitas permasalahan yang dipengaruhi oleh berbagai variabel, mulai dari variabel konvensional hingga transformasi digital. Kualitas SDM menjadi kunci keberhasilan dalam menjawab tantangan tersebut. Pengembangan SDM harus mampu menghasilkan insan yang cerdas, berkualitas, berintegritas, serta mampu menampilkan kinerja secara optimal dan profesional,” ujar Prof. Iskandar.
Beliau menekankan bahwa pengembangan SDM tidak cukup hanya melalui peningkatan kompetensi teknis, tetapi juga harus dibarengi dengan pembentukan karakter, etika, serta integritas yang kuat. Aparatur yang profesional harus mampu bekerja secara akuntabel, adaptif terhadap perubahan, serta memiliki orientasi pelayanan kepada masyarakat.
Sebagai institusi yang berhadapan langsung dengan masyarakat, Polri memiliki tanggung jawab besar dalam memberikan pelayanan publik yang cepat, tepat, transparan, dan humanis. Oleh sebab itu, peningkatan kualitas SDM menjadi fondasi utama dalam mewujudkan pelayanan yang semakin profesional dan dipercaya masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Iskandar juga memaparkan sejumlah strategi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik. Salah satunya adalah melalui penyempurnaan tata kelola organisasi agar lebih efektif dan efisien. Tata kelola yang baik akan menciptakan proses kerja yang terukur, mempercepat pengambilan keputusan, serta meningkatkan akuntabilitas dalam pelaksanaan tugas.
Selain itu, beliau menyoroti pentingnya memperluas akses dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Di era digital, masyarakat mengharapkan layanan yang mudah diakses, cepat, transparan, serta didukung oleh pemanfaatan teknologi informasi. Oleh karena itu, transformasi digital harus diiringi dengan kesiapan sumber daya manusia yang mampu mengoperasikan teknologi sekaligus memahami kebutuhan masyarakat.
Prof. Iskandar juga menjelaskan bahwa keberhasilan organisasi pelayanan publik memerlukan keterlibatan masyarakat dalam proses pembangunan dan pengambilan kebijakan. Melalui pendekatan bottom-up dan top-down, organisasi dapat memperoleh informasi yang lebih komprehensif mengenai kebutuhan masyarakat sehingga kebijakan yang dihasilkan menjadi lebih tepat sasaran.
Menurut beliau, mekanisme bottom-up memberikan ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, kebutuhan, serta berbagai persoalan yang dihadapi di lapangan. Sementara itu, pendekatan top-down memastikan bahwa arah kebijakan tetap selaras dengan visi organisasi, regulasi, serta tujuan pembangunan nasional. Sinergi kedua pendekatan tersebut akan menghasilkan kebijakan yang lebih efektif, inklusif, dan berorientasi pada solusi.
Sebagai Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Bandar Lampung, Prof. Iskandar juga menegaskan pentingnya membangun budaya organisasi yang mendukung pembelajaran berkelanjutan (continuous learning). Setiap individu dalam organisasi perlu terus meningkatkan kompetensinya melalui pelatihan, pendidikan, serta pengembangan keterampilan sesuai dengan tuntutan zaman.
Rakernis Biro SDM Polda Lampung ini diikuti oleh 134 peserta yang terdiri atas para Kapolres, pejabat utama, serta pimpinan satuan kerja di lingkungan Kepolisian Daerah Lampung. Antusiasme peserta terlihat selama sesi pemaparan maupun diskusi, di mana berbagai isu mengenai pengembangan SDM, kepemimpinan, pelayanan publik, dan transformasi organisasi menjadi topik yang banyak dibahas.
Forum ini menjadi sarana strategis untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia Polri agar semakin profesional, adaptif, dan siap menghadapi berbagai tantangan di masa depan. Kolaborasi antara institusi kepolisian dengan dunia akademik juga menjadi langkah penting dalam menghadirkan perspektif ilmiah yang dapat mendukung pengambilan kebijakan berbasis data dan penelitian.
Sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dan materi yang telah disampaikan, di penghujung kegiatan Kapolda Lampung Irjen. Pol. Helmy Santika, S.H., S.I.K., M.Si. secara langsung menyerahkan plakat penghargaan kepada Prof. Dr. Iskandar Ali Alam, M.M. sebagai narasumber. Penyerahan penghargaan tersebut menjadi simbol penghormatan atas peran akademisi Universitas Bandar Lampung dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan Kepolisian Daerah Lampung.
Melalui partisipasi aktif dalam berbagai forum nasional maupun daerah, Universitas Bandar Lampung terus menunjukkan komitmennya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya berfokus pada pendidikan dan penelitian, tetapi juga berkontribusi nyata dalam pengembangan kapasitas sumber daya manusia di berbagai sektor. Sinergi antara dunia akademik dan institusi pemerintahan diharapkan mampu menghasilkan inovasi, strategi, serta solusi yang mendorong terciptanya organisasi yang profesional, berintegritas, dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.