LAMPUNG SELATAN – Komitmen nyata OMAN UBL (Organisasi Mahasiswa Anti Narkoba Universitas Bandar Lampung) dalam memberantas peredaran gelap narkotika kembali ditunjukkan melalui audiensi strategis bersama Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Lampung Selatan.
Pertemuan yang berlangsung di kantor BNNK Lampung Selatan ini diterima langsung oleh Kepala BNNK Lampung Selatan, AKBP Rahmad Hidayat, S.E., M.M., beserta jajaran pejabat BNNK. Langkah ini menjadi milestone penting dalam membangun sinergi antara dunia perguruan tinggi dan aparat penegak hukum guna menekan angka penyalahgunaan zat adiktif di kalangan generasi muda serta mahasiswa di wilayah Lampung.
Kolaborasi Kampus dan BNNK dalam Program P4GN
Delegasi OMAN UBL dipimpin langsung oleh Ketua Pusat Studi Kajian Narkotika (PSKN) UBL, Prof. Dr. Zainab Ompu Jainah, S.H., M.H. Dalam pertemuannya, Prof. Zainab menyoroti betapa krusialnya kolaborasi lintas sektor yang berkelanjutan untuk membendung arus penyalahgunaan narkoba sejak dini.
Menurut Prof. Zainab, edukasi dan pencegahan tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial semata, melainkan harus diwujudkan dalam program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) yang terstruktur dan sistematis. Lingkungan pendidikan merupakan pilar strategis dalam menanamkan nilai-nilai antinarkoba kepada para generasi penerus bangsa.
“Kami hadir untuk membahas berbagai bentuk kerja sama, termasuk kampanye edukatif dan program preventif P4GN berkelanjutan yang menyasar lingkungan pendidikan serta komunitas muda. Generasi muda harus dibekali pengetahuan dan daya tangkal yang kuat. Sinergi antara akademik dan lembaga negara seperti BNN menjadi fondasi strategis menciptakan lingkungan sosial yang sehat,” tegas Prof. Zainab.
Enam Kebijakan Strategis BNN dan Ancaman New Psychoactive Substances (NPS)
Kepala BNNK Lampung Selatan, AKBP Rahmad Hidayat, menyambut hangat inisiatif proaktif OMAN UBL. Ia menekankan bahwa mahasiswa memiliki peranan vital sebagai agent of change (agen perubahan) serta benteng terdepan dalam menyebarkan informasi bahaya narkoba di lingkungan sebaya maupun masyarakat luas.
Dalam kesempatan tersebut, AKBP Rahmad turut memaparkan gambaran umum wilayah kerja BNNK Lampung Selatan, tantangan nyata implementasi P4GN di lapangan, hingga 6 Kebijakan Strategis BNN dalam menghadapi ancaman narkotika konvensional maupun New Psychoactive Substances (NPS) atau zat psikoaktif baru yang kian marak beredar dengan berbagai modus peredaran.
Poin Utama Paparan BNNK Lampung Selatan:
-
Peran Mahasiswa sebagai Pelopor P4GN: Mendorong keterlibatan aktif mahasiswa dalam kegiatan deteksi dini, sosialisasi, dan edukasi bahaya zat adiktif di lingkungan kampus.
-
Kewaspadaan Terhadap NPS: Mengedukasi masyarakat tentang bahaya jenis-jenis narkoba varian baru yang sering kali berkamuflase dan menyasar kelompok remaja serta mahasiswa.
-
Penguatan Ketahanan Keluarga: Menjadikan unit keluarga sebagai benteng utama ketahanan sosial dari ancaman penyalahgunaan narkotika.
“Kami sangat mengapresiasi semangat dan komitmen mahasiswa UBL. Sinergi ini sangat penting untuk memperkuat ketahanan masyarakat, khususnya generasi muda. Keluarga merupakan garda terdepan menuju Indonesia Bersih Narkoba, sesuai dengan slogan kita: Kita Benar,” ujar AKBP Rahmad.
Menuju Visi Bersama: Indonesia Bersinar
Audiensi antara OMAN UBL dan BNNK Lampung Selatan ini diharapkan tidak berhenti sebagai ajang silaturahmi semata, melainkan menjadi pijakan awal dari serangkaian aksi nyata di lapangan. Integrasi antara riset akademis, kegiatan kemahasiswaan, dan pendampingan dari BNNK diproyeksikan mampu melahirkan berbagai inovasi program pencegahan narkoba di Kabupaten Lampung Selatan secara berkelanjutan.
Langkah bersama ini menjadi komitmen nyata kedua belah pihak untuk mewujudkan visi nasional: Indonesia Bersinar (Bersih Narkoba). Melalui edukasi yang masif, sosialisasi berkala, dan proteksi dini pada generasi muda, diharapkan tercipta lingkungan belajar dan bermasyarakat yang aman, sehat, produktif, serta bebas dari pengaruh zat adiktif.
Selain itu, peran aktif civitas akademika dalam mendukung program P4GN juga diwujudkan melalui penelitian, pengabdian masyarakat, serta penyebaran informasi secara konsisten melalui media digital dan kegiatan edukasi tatap muka. Langkah kolaboratif ini tidak hanya berfokus pada tindakan pencegahan di dalam area kampus, tetapi juga menjangkau komunitas pemuda di tingkat desa dan kecamatan yang berada di wilayah Kabupaten Lampung Selatan.
Dengan keterlibatan langsung para mahasiswa sebagai edukator sebaya, pesan-pesan pencegahan narkoba dapat tersampaikan dengan cara yang lebih relevan, komunikatif, dan mudah diterima oleh kalangan generasi muda. Upaya bersama ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem yang kondusif serta membentengi para pemuda dari ancaman bahaya penyalahgunaan zat adiktif secara berkelanjutan.