Hubungi kami melalui WhatsApp
3 Manfaat Luar Biasa Biopori: Aksi Nyata Mahasiswa UBL di Kupang Teba
Mahasiswa UBL dan warga Kupang Teba membuat biopori.

BANDAR LAMPUNG, ubl.ac.idUniversitas Bandar Lampung (UBL) kembali membuktikan peran strategisnya sebagai perguruan tinggi unggulan yang berdampak langsung bagi kemajuan masyarakat. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat, para mahasiswa UBL menggelar sosialisasi sekaligus praktik langsung pembuatan lubang resapan biopori bersama warga Kelurahan Kupang Teba, Kecamatan Teluk Betung, Bandar Lampung, pada Jumat (6/2/2026).

Program inovasi berbasis lingkungan ini hadir sebagai jawaban atas tantangan perkotaan, khususnya minimnya daerah resapan air tanah serta penumpukan limbah organik harian di wilayah permukiman padat penduduk.


Solusi Konkret Mengatasi Genangan Banjir dan Pengelolaan Sampah

Kelurahan Kupang Teba merupakan salah satu area permukiman padat di Kota Bandar Lampung yang kerap menghadapi kendala lingkungan saat musim hujan tiba. Terbatasnya lahan terbuka hijau membuat air hujan sulit meresap ke dalam tanah secara alami, sehingga memicu genangan air di area jalanan dan pekarangan warga.

Menjawab persoalan tersebut, tim mahasiswa UBL memprakarsai penerapan teknologi tepat guna berupa lubang resapan biopori. Perwakilan mahasiswa pelaksana program, Dita Rizkia, menegaskan bahwa keberhasilan agenda ini sangat ditentukan oleh kolaborasi dan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat setempat.

“Kegiatan pengabdian ini tidak sekadar menyampaikan edukasi teoritis di dalam ruangan, melainkan mengajak warga untuk melakukan praktik pembuatan biopori secara langsung. Dengan cara ini, kami optimistis masyarakat mampu merawat dan membuat lubang biopori secara mandiri di rumah masing-masing,” ujar Dita Rizkia.

Pendekatan partisipatif yang diterapkan mahasiswa UBL ini terbukti efektif dalam memantik kesadaran ekologis warga. Masyarakat mulai terbiasa memilah jenis sampah sejak dari dapur rumah tangga sebelum dibuang.


Cara Kerja dan Tiga Manfaat Utama Biopori Bagi Lingkungan Kota

Secara teknis, lubang resapan biopori adalah lubang silindris yang dibuat memanjang secara vertikal ke dalam tanah dengan kedalaman sekitar 80 hingga 100 cm. Lubang ini kemudian diisi oleh sampah organik rumah tangga.

Penerapan biopori memberikan tiga manfaat utama (triple-impact) yang sangat signifikan bagi pemukiman padat:

  1. Meningkatkan Daya Resapan Air Hujan: Pori-pori biologis yang terbentuk di dalam tanah mempercepat proses masuknya air hujan ke dalam akuifer tanah, sehingga efektif meminimalisasi risiko timbulnya genangan dan banjir lokal.

  2. Mengolah Sampah Organik Menjadi Kompos Alami: Dedaunan, sisa sayuran, dan sisa makanan yang dimasukkan ke dalam lubang akan diuraikan oleh cacing serta mikroorganisme tanah. Hasil penguraian tersebut menjadi pupuk kompos organik yang kaya nutrisi bagi tanaman.

  3. Pencegahan Erosi dan Penjagaan Kualitas Air Tanah: Aktivitas biota tanah dalam lubang biopori menjaga struktur tanah tetap gembur, memicu konservasi air sub-permukaan, serta menjaga ketersediaan air bersih di sekitar lingkungan warga.

Melalui pengelolaan sampah secara on-site (langsung di lokasi), volume sampah yang diangkut menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bakung Bandar Lampung juga dapat dikurangi secara bertahap.


Kontribusi Nyata Mahasiswa UBL dalam Mendorong Agenda SDGs

Kegiatan yang diinisiasi oleh mahasiswa UBL ini tidak hanya menjadi wujud pemenuhan kewajiban Tri Dharma Perguruan Tinggi, tetapi juga berkontribusi nyata pada pencapaian target Sustainable Development Goals (SDGs) yang dicanangkan PBB, khususnya:

  • SDG 6 (Air Bersih dan Sanitasi Layak): Membantu mengelola limpasan air hujan secara berkelanjutan sekaligus menjaga kualitas ketersediaan cadangan air tanah di area perkotaan.

  • SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan): Membangun ketahanan komunitas lokal di kawasan padat penduduk agar lebih adaptif terhadap tantangan ekologis dan bencana banjir.


Komitmen Pendampingan Berkelanjutan dari Universitas Bandar Lampung

Inisiatif pengabdian masyarakat ini dirancang agar memberikan dampak jangka panjang dan tidak berhenti sebagai agenda formalitas semata. Dita Rizkia bersama seluruh tim mahasiswa UBL berkomitmen untuk menjalankan pemantauan dan pendampingan berkala bersama tokoh masyarakat Kupang Teba.

Sinergi harmonis antara sektor akademisi dan masyarakat lokal ini diharapkan dapat menjadi model percontohan pengabdian lingkungan yang dapat direplikasi di berbagai kelurahan lain di seluruh wilayah Kota Bandar Lampung.

Gerakan kelestarian lingkungan berbasis pemberdayaan warga ini sejalan dengan visi utama Universitas Bandar Lampung untuk terus melahirkan generasi muda berkarakter unggul, berjiwa kepemimpinan tinggi, serta mampu menghadirkan solusi ilmiah yang inovatif demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Lampung.


🎓 Ingin Menjadi Bagian dari Aksi Nyata dan Inovasi UBL?

Bergabunglah bersama Universitas Bandar Lampung dan wujudkan kontribusi nyatamu untuk masyarakat! Dapatkan informasi lengkap mengenai pilihan program studi, beasiswa, dan jalur penerimaan mahasiswa baru melalui Portal SPMB Universitas Bandar Lampung.