Hubungi kami melalui WhatsApp
PPIK Universitas Bandar Lampung Gelar TalkShow e-nno share "Beauty Of Innovation"

Dorong Generasi Muda Menjadi Agen Perubahan

Bandar Lampung – Pusat Pengembangan Inovasi dan Kewirausahaan (PPIK) Universitas Bandar Lampung (UBL) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong lahirnya generasi muda yang kreatif, inovatif, dan berjiwa wirausaha melalui penyelenggaraan Talkshow e-nno Share bertajuk “Beauty of Innovation”. Kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu, 17 Juni 2023 ini menjadi wadah inspiratif bagi mahasiswa dan generasi muda untuk menggali potensi diri serta memahami pentingnya inovasi dalam menghadapi tantangan di era digital.

Acara berlangsung dengan antusias dan dihadiri oleh Rektor Universitas Bandar Lampung, Prof. Dr. Ir. M. Yusuf S. Barusman, M.B.A., bersama dosen, mahasiswa, serta peserta dari berbagai kalangan. Dalam kegiatan ini, PPIK UBL menghadirkan dua narasumber yang telah berpengalaman di bidang pengembangan sumber daya manusia dan kewirausahaan, yaitu Hengki Yuliansyah, CEO AKIRA Training and Consulting, serta Adhita Mega Puspita Irianto, CEO After Beaute.

Melalui tema “Beauty of Innovation”, talkshow ini mengajak peserta untuk memahami bahwa inovasi bukan hanya tentang menciptakan teknologi baru, tetapi juga tentang keberanian melihat peluang, memecahkan masalah, dan menghasilkan nilai tambah dari ide-ide sederhana. Inovasi menjadi salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki generasi muda agar mampu bersaing di tengah perubahan dunia yang semakin cepat.

Dalam sesi pemaparannya, Hengki Yuliansyah menjelaskan bahwa generasi muda memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan (agent of change). Menurutnya, perubahan besar dalam masyarakat selalu diawali oleh individu-individu yang berani berpikir berbeda, memiliki kreativitas, serta berkomitmen menghadirkan solusi atas berbagai tantangan yang ada.

“Generasi muda harus siap menjadi agen perubahan dan memiliki inovasi untuk memajukan Indonesia. Perubahan itu juga harus dimulai dari diri kita sendiri,” ujar Hengki Yuliansyah.

Ia menegaskan bahwa inovasi tidak selalu lahir dari ide yang besar. Justru banyak inovasi sukses berawal dari kemampuan seseorang melihat kebutuhan di lingkungan sekitar, kemudian mengubahnya menjadi solusi yang bermanfaat bagi masyarakat. Oleh karena itu, mahasiswa didorong untuk terus mengembangkan pola pikir kreatif, berani mencoba hal baru, dan tidak takut menghadapi kegagalan.

Menurut Hengki, kreativitas merupakan modal utama dalam menciptakan peluang. Ketika kreativitas dipadukan dengan kemampuan melihat kebutuhan pasar, maka akan lahir inovasi yang memiliki nilai (value) dan mampu memberikan manfaat bagi banyak orang.

“Alasan generasi muda harus menciptakan sebuah peluang adalah karena kreativitas dapat berkembang menjadi sebuah inovasi yang memiliki nilai dan dapat dimanfaatkan,” jelasnya.

Sementara itu, narasumber kedua, Adhita Mega Puspita Irianto, membagikan pengalaman pribadinya sebagai seorang entrepreneur di industri kecantikan. Ia memberikan motivasi kepada peserta bahwa latar belakang pendidikan tidak selalu menentukan kesuksesan karier seseorang. Yang lebih penting adalah kemauan untuk belajar, mengembangkan kemampuan, serta berani memanfaatkan peluang yang ada.

Adhita menceritakan bahwa meskipun dirinya berasal dari jurusan Hukum, ia memilih untuk mengembangkan minatnya di bidang makeup artist (MUA) hingga akhirnya berhasil membangun usaha melalui pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi dan pemasaran.

“Kalau memiliki minat dan bakat di luar jurusan perkuliahan, jangan ragu untuk mengembangkannya. Saya berasal dari jurusan Hukum, tetapi memiliki ketertarikan menjadi makeup artist dan berinisiatif mengembangkan jasa tersebut melalui media sosial,” ungkap Adhita Mega.

Pengalaman tersebut memberikan gambaran kepada peserta bahwa perkembangan teknologi digital telah membuka berbagai peluang baru bagi generasi muda untuk membangun karier maupun bisnis sesuai dengan passion yang dimiliki. Dengan memanfaatkan platform digital secara optimal, seseorang dapat menjangkau pasar yang lebih luas tanpa harus dibatasi oleh latar belakang pendidikan formal.

Selain membahas pentingnya inovasi, talkshow ini juga menekankan peran seorang mentor dalam proses pengembangan diri. Menurut para narasumber, keberadaan mentor yang tepat akan membantu seseorang mempercepat proses belajar, menghindari kesalahan yang tidak perlu, serta memperoleh arahan yang sesuai dengan potensi yang dimiliki.

Dalam kesempatan tersebut, PPIK Universitas Bandar Lampung diperkenalkan sebagai salah satu wadah yang dapat membantu mahasiswa mengembangkan ide inovatif sekaligus mempertemukan mereka dengan mentor-mentor yang kompeten di berbagai bidang. Melalui pendampingan yang berkelanjutan, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan ide menjadi produk, layanan, maupun bisnis yang memiliki daya saing.

Sebagai pusat pengembangan inovasi dan kewirausahaan di lingkungan Universitas Bandar Lampung, PPIK terus berupaya menciptakan ekosistem yang mendukung lahirnya inovator muda. Berbagai program seperti pelatihan, inkubasi bisnis, mentoring, kompetisi inovasi, hingga kolaborasi dengan dunia industri menjadi bagian dari strategi untuk mempersiapkan mahasiswa menghadapi dunia kerja maupun dunia usaha.

Kegiatan Talkshow e-nno Share tidak hanya memberikan motivasi, tetapi juga membuka wawasan peserta mengenai pentingnya membangun karakter inovatif, kemampuan beradaptasi, dan semangat belajar sepanjang hayat. Di tengah perubahan teknologi dan persaingan global yang semakin kompetitif, generasi muda dituntut untuk tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan melalui inovasi dan kewirausahaan.

Antusiasme peserta selama berlangsungnya sesi diskusi menunjukkan tingginya minat mahasiswa terhadap pengembangan inovasi dan bisnis kreatif. Berbagai pertanyaan mengenai strategi membangun usaha, mengembangkan personal branding, memanfaatkan media digital, hingga cara menemukan mentor yang tepat menjadi bagian dari diskusi yang berlangsung interaktif.

Melalui penyelenggaraan Talkshow e-nno Share “Beauty of Innovation”, PPIK Universitas Bandar Lampung berharap semakin banyak mahasiswa yang terdorong untuk mengembangkan kreativitas, berani berinovasi, serta mampu mengubah ide menjadi karya yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Sejalan dengan visi Universitas Bandar Lampung dalam mencetak lulusan yang unggul, adaptif, dan berdaya saing global, kegiatan ini menjadi salah satu langkah nyata dalam membangun budaya inovasi di lingkungan kampus.

Ke depan, PPIK UBL berkomitmen untuk terus menghadirkan berbagai program inspiratif yang mendukung pengembangan potensi mahasiswa, memperkuat semangat kewirausahaan, serta menciptakan generasi muda yang siap menjadi agen perubahan dan berkontribusi dalam pembangunan Indonesia melalui inovasi yang berkelanjutan.