fbpx

Tes PMB UBL Ajang Seleksi Calon Mahasiswa Baru (Camaba) Berkualitas

Warta UBL – Aplikasi prestasi perguruan tinggi terlihat dari kualitas para calon mahasiswa barunya, melalui jalur Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) yang dilakukan sebelum masuk semester awal ganjil dalam agenda akademik pertahunnya.

Hal itu juga diberlakukan Universitas Bandar Lampung (UBL) dengan menggelar tes Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) sebagai ajang seleksi calon mahasiwa baru (camaba) jalur reguler gelombang madani II dan beasiswa Program Anak Bangsa (PAB) gelombang ke-III. Bertempat di Gedung B Fakultas Hukum (FH), Kampus Drs.H.RM. Barusman UBL, Minggu,15 Mei 2016 kemarin, dengan total peserta PMB yang sah terdaftar 234 orang.

Terkait teknis para peserta PMB UBL jalur IPA dan IPS yang terdiri dari siswa jenjang SMA, SMK, dan MA dari Lampung, seperti Bandar Lampung, Lampung Selatan, Lampung Tengah, Waykanan,Tulangbawang, Mesuji, Tenggamus,Pringsewu, dan Pesawaran. Maupun perwakilan daerah lain seperti Sumatera Selatan, Sumatera Barat,Jakarta,dan Banten.

Pentingnya kegiatan tersebut mendapat perhatian langsung Rektor UBL Dr. Ir. M.Yusuf. S. Barusman, MBA ; Ketua Yayasan Administrasi Lampung (YAL) yang juga Dekan FEB Dr. Andala Rama Putra Barusman, SE, MAEC ; Wakil Rektor I Bidang Akademik Dr.Ir. Hery Riyanto, MT ; Dekan Fisip Dr.Drs.H. Yadi Lustiadi, M.Si ; Dekan FKIP yang juga Sekretaris Prodi Magister Manajemen Drs. Harpain, MAT; Kepala Porgram Studi (Kaprodi) Ilmu Manajemen FEB, Dr. Iskandar AA, SE., MM ; Kaprodi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Deri Sis Nanda, SS., MA, P.Hd ; Manager Biro Marketing, Humas dan Kerjasama (Ma.BMHK) Ir. Indriati Agustina Gultom, MM hingga Asisten BMHK Berry Salatar, S.Pd.

Usai menginspeksi, Dr. Ir. M.Yusuf. S. Barusman, MBA menegaskan PMB tidak hanya bentuk proses penyaringan kuliah yang harus dilalui para camaba UBL.Juga bertujuan mendapatkan camaba yang fix dengan pilihan, potensi, minat dan bakatnya sesuai kebutuhan dimiliki. Tentu,disesuaikan dengan ketersediaan fakultas maupun prodi di kampus berjargon ‘solution for present and future’ ini.

“Camaba tidak akan mengalami kesulitan,karena (keinginan) masuk UBL merupakan pilihan pertama, berkat minat yang kuat, dan berkeinginan men yelesaikan studinya tepat waktu,”ujarnya.

Bahkan, secara implisit dengan persiapan matang dengan promosi yang berkesinambungan. Para peserta tes PMB UBL ditiap gelombang, bisa menjaring dengan total 200 lebih para peserta. Bagi, Yusuf Barusman berkat antusiasnya peserta. Tapi, adanya siklus proses rekuitmen sepanjang tahun yang berjalan maksimal.

“Lewat PMB ini juga. Kita juga mendapatkan mahasiswa (baru) jalur beasiswa dengan jalur akademik dan non akademiknya yang mumpuni. Terlihat, mereka menyelesaikan studi di UBL tidak hanya tepat waktu, tapi juga memperoleh IP-IPK yang tinggi diantara sesama mereka (antar mahasiswa).

Karena itu juga,Yusuf menggambarkan selama 10 tahun terakhir UBL selalu menjadi pilihan pertama tanpa harus menunggu tes Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Nasional (SBMPTN). Meski karakter dan,segmentasi PMB dari tahun ketahun tidak berubah.Progresnya hanya selalu ada peningkatan segi kualitas dan kuantitas tes karena sebaran asal daerah, sekolah dan latar belakang keluarga para pendaftar yang semakin bervariasi.

“PMB kita semakin prural (beragam), divers (bercorak), sehingga lebih baik membangun suasana kompetisi akademik yang sehat. Melalui PMB ini juga,UBL sebagai PTS di Lampung dan nasional selalu mengedepankan konotasi peningkatan kualitas, tanpa juga menyampingkan kuantitas ketersediaan SDM mahasiswa dan menghindari langkah pragmatis publik memilih PTS kurang berkualitas,”paparnya.

Sedangkan, Deri Sis Nanda, SS., MA, P.Hd mengaku senang melihat progres tes PMB yang sangat diantusiasi oleh masyarakat. Memang persebaran pilihan fakultas maupun prodi belum merata. Seperti FH, dan FEB yang masih dominan. Tapi, jumlah pendaftar keempat fakultas lainnya seperti FKIP, Fisip, FT dan FIK dites PMB kali ini juga mengalami peningkatan cukup signifikan.

“Dengan status kampus di Lampung secara umum yang akreditasi instansi, perfakultas mupun perprodi ‘B’ dari penilaian BAN-PT. Berefek dari jumlah pendaftar dan keterbukaan kelas ditiap prodi perfakultas setiap tahunnya selalu melonjak. Tapi lewat tes PMB maupun berbagai promosi dan publikasi kampus kita semakin luas mudah-mudahan jumlahnya semakin meningkat,”paparnya.

Melengkapi, peserta tes PMB prodi Ilmu Komunikasi, Fisip UBL Michelle Bellina Maks mengaku alasannya ikut PMB maupun memilih UBL sebagai bakal pelabuhan pendidikan tingginya. Karena UBL satu-satunya kampus tertua, terbaik, terakreditasi, dan terbesar di Lampung yang memiliki para mahasiswa maupun lulusan berkualitas dilevel nasional maupun internasional.

“Saya mendaftar (tes PMB UBL) juga berkat dorongan dan rekomendasi para senior diagensi (model) dan alumnus sekolah (BPK Penabur) yang sangat berprestasi dan merupakan alumni UBL,”tukasnya. (Rilis BMHK UBL/Insan Ares/Foto Dharma Saputra SH).

Tags:

Related posts: